Media Asuransi, JAKARTA – Data perdagangan saham di BEI selama periode 12—16 Oktober 2026 mayoritas mengalami koreksi. Koreksi terdalam dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 14,91 persen selama sepekan sehingga ditutup pada level 5.185,10 dari posisi 6.093,75 pada pekan sebelumnya.
|Baca juga: IHSG Jeblok ke 5.186, OJK Denda 3 Emiten Rp2,1 Triliun
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, BEI juga melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 08.58:00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), menyusul penurunan IHSG yang mencapai 8 persen. Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan akan membuka konsultasi klasifikasi Bursa Efek Indonesia ke kategori pasar saham standalone atau diasingkan dari investor global, memicu aksi jual besar-besaran.
|Baca juga: IHSG Ambruk 8% Usai Pengumuman MSCI, BEI Langsung Trading Halt
Penurunan turut dialami juga pada nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 14,43 persen menjadi Rp9.157 triliun dari Rp10.701 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mengalami pelemahan sebesar 5,22 persen menjadi 44,102 miliar saham dari 46,533 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami perubahan yaitu sebesar 0,07 persen menjadi Rp16,21 triliun dari Rp16,23 triliun pada pekan sebelumnya.
Hanya rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 2,46 persen menjadi 1,72 juta kali transaksi dari 1,67 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Adapun investor asing pada Jumat lalu mencatatkan nilai jual bersih Rp3,34 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp88,19 triliun.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

