Inocycle Luncurkan Mesin ‘ATM’ Sampah Plastik di Tangerang

Media Asuransi – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) melalui anak usahanya, PT Plasticpay Teknologi meluncurkan program terbaru dengan menghadirkan Semi Reverse Vending Machine pertama di Indonesia yang merupakan 100 persen karya anak bangsa. Jika menilik dari fungsinya, mesin ini mirip dengan mesin ATM setor tunai. Hanya dengan memasukkan sampah botol plastik, masyarakat akan mendapatkan poin yang jika dikumpulkan tersebut dapat dikonversi menjadi sejumlah uang.

Direktur Plasticpay, Marco Dharmajaya, mengatakan bahwa mesin tersebut dapat digunakan oleh semua orang untuk membuang sampah botol plastik yang nantinya akan ditransformasikan ke dalam bentuk Plasticpay poin yang bisa digunakan untuk berbelanja di minimart, atau bisa juga di donasikan. Selain dapat digunakan berbelanja, poin-poin tersebut dapat dikonversikan menjadi e-money seperti Gopay, OVO, DANA, LinkAja, dan INACASH.

“Untuk mengakomodasi masyarakat, terutama warung-warung kecil yang tidak memiliki handphone atau apapun untuk bisa mentransformasikan Plasticpay poin dapat ditransformasikan untuk mendapatkan uang tunai,” kata Marco dalam siaran tertulisnya dikutip Media Asuransi di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2021.

Baca Juga:

Menurut Marco, untuk memaksimalkan rencananya tersebut, Plasticpay kini telah memiliki fasilitas pengumpulan sampah botol plastik melalui Mini Collection Point (MCP) yang sudah tersebar di 51 titik di area Kota dan Kabupaten Tangerang.

“Plasticpay menargetkan bisa memasang lebih dari 1.400 MCP yang akan disebar di area Jabodetabek. Selain program pengelolaan sampah botol plastik yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat, Plasticpay juga meluncurkan program kolaborasi CSR untuk perusahaan,” jelasnya.

Marco mengungkapkan, seluruh hasil dari pengumpulan sampah botol tersebut akan disalurkan ke PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) yang merupakan perusahaan induk Inocycle untuk diproses menjadi produk-produk daur ulang seperti tas, sajadah, karpet mobil, dan lainnya. “Kami berharap kolaborasi ini dapat berdampak positif pada keberlanjutan CSR perusahaan rekanan kami yang akhirnya akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan lingkungan,” harapnya.

Sementara itu, Direktur INOV Suhendra Setiadi mengatakan bahwa kampanye ini memiliki tujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sampah atau limbah botol plastik menjadi sesuatu yang bernilai dan membawa kebaikan. Selain itu, kehadiran program ini juga merupakan salah satu upaya INOV dalam menjaga pasokan bahan baku.

“Kami mengidentifikasi ada beberapa masalah sampah botol plastik yang terjadi di Indonesia. Mulai dari tingkat daur ulang (recycling rate) masih di bawah 10 persen, untuk proses daur ulang kita masih impor sampah botol plastik dari negara lain seperti Jepang, Australia, dan Tiongkok. Lainnya adalah panjangnya rantai supply chain untuk masalah sampah plastik di Indonesia, dan masalah terakhir adalah kurangnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah botol plastik yang baik dan benar,” pungkasnya. One