Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) telah meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru yakni Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM).
Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical disebut sebuah solusi perlindungan kesehatan yang dirancang untuk memberikan proteksi esensial dan membantu masyarakat menghadapi lonjakan biaya medis. Tidak ditampik, risiko finansial akibat kesehatan masih menjadi tantangan besar dalam perencanaan keuangan keluarga.
|Baca juga: Allianz Indonesia: Kenaikan Biaya Medis Jadi Perhatian Besar bagi Masyarakat
Apalagi setiap tahun biaya kesehatan selalu mengalami kenaikan sehingga dapat mengganggu perencanaan keuangan yang telah disusun. Kondisi semacam ini tentu patut diwaspadai dan diantisipasi sebaik mungkin.
Menurut data terbaru di Health Trends 2026 report dari Mercer Marsh Benefits (MMB), biaya medis diperkirakan meningkat sebesar 12,5 persen di Asia dan 17,8 persen di Indonesia, jauh lebih tinggi dari perkiraan inflasi umum sebesar 2,5 persen.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas menjelaskan produk APM merupakan bentuk komitmen Allianz Syariah untuk membantu nasabah agar memiliki rasa tenang di tengah tingginya tantangan biaya kesehatan.
|Baca juga: Prudential Indonesia Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Manjakan Nasabah
|Baca juga: Risiko Gagal Bayar Meningkat, Konflik Timur Tengah Tekan Industri Asuransi Kredit
“Kami memahami kesulitan yang dihadapi nasabah dan ingin memberikan solusi yang sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah, yakni menjaga jiwa dan kesehatan untuk masa depan yang lebih terencana,” kata Elmie, dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 19 April 2026.
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz menjelaskan melalui APM, tujuan Allianz adalah membantu nasabah mempertahankan perlindungan kesehatannya secara berkelanjutan sepanjang hidup.
“Dengan mengelola kenaikan biaya secara cermat sejak saat ini, perlindungan dapat tetap terjangkau dan berkelanjutan hingga masa mendatang, ketika layanan kesehatan paling dibutuhkan,” ucapnya.
Produk APM dihadirkan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang esensial dengan tiga pilihan plan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah, yakni Plan Standar, Plan Extra, dan Plan Premier dengan wilayah pertanggungan hingga Asia dan Australia.
|Baca juga: Saham Woori Finance (BPFI) Berfluktuasi Tajam, Manajemen Akhirnya Buka Suara
|Baca juga: Potensi Asuransi Hewan Peliharaan Masih Besar, OJK Dorong Inovasi Produk
|Baca juga: Prudential Indonesia Susun Strategi Kejar Pertumbuhan Premi Lewat Keagenan dan Bancassurance
Beragam pilihan ini memungkinkan nasabah untuk memilih perlindungan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga proteksi tetap terjangkau dan fleksibel untuk kebutuhan di masa mendatang.
Khusus untuk Plan Extra dan Plan Premier, tersedia pilihan risiko sendiri untuk mengurangi terjadinya potensi over-treatment dan over-utilisation sehingga akan membantu nasabah mendapatkan kestabilan peningkatan premi atau kontribusi di masa mendatang.
Selain itu, APM juga memberikan nasabah akses ke jaringan rumah sakit rekanan (preferred hospital network) yang menawarkan layanan kesehatan berkualitas dan terjamin untuk membantu nasabah mendapatkan pengobatan yang diperlukan.
|Baca juga: IFG Life Laksanakan Amanah Pembayaran Klaim Polis Eks Jiwasraya
|Baca juga: Premi Asuransi Diramal Tumbuh 6% di 2026, Bos OJK: Mencerminkan Proses Konsolidasi!
Lebih lanjut, Allianz memahami nasabah merasa waswas akan biaya perawatan medis yang tinggi, khususnya ketika terjadi risiko penyakit tahap lanjut seperti kanker invasif, stroke, dan serangan jantung.
Berdasarkan data internal Allianz, rata-rata biaya perawatan untuk ketiga penyakit tersebut mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Sebagai contoh, dari 2020 hingga 2025, rata-rata biaya perawatan stroke mengalami kenaikan lebih dari 2,5 kali lipat.
Sedangkan untuk kanker meningkat lebih dari dua kali lipat dan bahkan untuk jantung melonjak hingga tiga kali lipat. Tentunya ini menjadi perhatian nasabah di tengah tantangan biaya kesehatan saat ini.
Untuk itu, APM memberikan batas manfaat tahunan tambahan (double annual limit) untuk tiga penyakit tahap lanjut tersebut (kanker invasif, serangan jantung, dan stroke).
|Baca juga: BRI (BBRI) Bagikan Dividen Tunai Rp209 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!
|Baca juga: Jalankan Program Penjaminan Polis Asuransi, LPS Siapkan SDM hingga Infrastruktur
Dengan manfaat tambahan yang baru ini, nasabah bisa mendapatkan perawatan yang lebih lengkap tanpa harus terlalu memikirkan biaya dan bisa fokus pada pemulihan ketika terkena penyakit tahap lanjut tersebut.
Bukan hanya penyakit tahap lanjut, APM juga memberikan manfaat tambahan rawat jalan untuk penyakit demam berdarah dan/atau demam tifoid (tipes) yang sering terjadi. Nasabah yang terdiagnosa penyakit tersebut namun direkomendasikan dokter dilakukan rawat jalan (tidak perlu rawat inap) akan tetap dapat terlindungi oleh APM.
Allianz juga ingin mendukung nasabah yang sudah mulai membangun gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit.
|Baca juga: OCBC (NISP) Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Siap Buyback Saham
|Baca juga: OCBC (NISP) Kantongi Restu Akuisisi OCBC Sekuritas dan Great Eastern Life Indonesia
Bagi nasabah yang memiliki proteksi APM, mereka akan memiliki akses ke ekosistem kesehatan Allianz yang berisi berbagai penawaran menarik, seperti, wearable tech untuk olahraga, katering sehat, telekonsultasi medis, hingga MCU di rumah sakit rekanan Allianz.
Semuanya dikurasi untuk membantu nasabah mempertahankan gaya hidup sehat yang dimiliki. Dengan berbagai fitur yang dimiliki APM, Allianz Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi perlindungan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
