Media Asuransi, JAKARTA – Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan angka pertumbuhan. Penguatan investasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan industri dan ekspor menjadi sejumlah faktor penting untuk memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.
|Baca juga: LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Berlaku Mulai 2027
Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution, mengungkapkan tiga syarat utama yang perlu diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yakni pertumbuhan investasi yang lebih tinggi, peningkatan produktivitas, serta penguatan industri dan ekspor.
“Menurut saya, terdapat tiga syarat utama. Yang pertama, pertumbuhan investasi harus lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sendiri menganggap perlunya akselerasi pertumbuhan investasi menuju sekitar 7 persen pada akhir 2027,” ujar Ridwan dalam acara FWD Economic Outlook 2027 dengan tema Navigating Tomorrow with Confidence di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 19 Oktober 2026.
|Baca juga: LPS Siapkan Skema Pendaftaran Bertahap untuk Peserta Penjaminan Polis Asuransi
Menurut Ridwan, percepatan investasi menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi. Namun, peningkatan investasi perlu diikuti dengan perbaikan produktivitas agar mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Syarat kedua, lanjut Ridwan, adalah peningkatan produktivitas. Investasi yang terus bertambah perlu menghasilkan nilai tambah dan mendorong kegiatan ekonomi yang lebih produktif. Tanpa peningkatan produktivitas, investasi dinilai belum cukup untuk memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
“Yang kedua, produktivitasnya harus meningkat. Mengapa? Investasi tanpa pertumbuhan produktivitas tidak akan menghasilkan perkembangan kehidupan,” jelasnya.
Syarat ketiga adalah memperkuat sektor industri dan ekspor. Ridwan menilai investasi perlu diarahkan untuk mendukung pengembangan industri pengolahan, pemanfaatan teknologi, serta penciptaan nilai tambah dalam perekonomian nasional.
|Baca juga: IHSG Meroket 282 Poin ke 5.278
“Dan yang ketiga, industri dan ekspor harus semakin kuat. Investasi sebenarnya penting, tetapi harus berhubungan dengan industri pengolahan, teknologi, dan juga penciptaan nilai tambahnya,” ungkap Ridwan.
Penguatan industri dan ekspor menjadi bagian penting dalam memastikan investasi tidak berhenti pada penambahan modal, tetapi juga mendorong kapasitas produksi, meningkatkan daya saing, dan memperluas peluang pasar bagi produk Indonesia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

