Media Asuransi, GLOBAL – Manulife Financial Corporation terus memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di seluruh operasional bisnisnya di Asia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis health, wealth, dan protection sekaligus mendukung target pertumbuhan hingga 2027.
President and CEO Manulife Asia Steve Finch mengatakan ketiga lini bisnis tersebut menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat di kawasan Asia.
“Kalau kita lihat di seluruh kawasan Asia, kami melihat momentum yang kuat di tiga area utama: health, wealth, dan protection,” ujar Steve Finch, dikutip dari Insurance Asia, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Finch, penerapan AI juga menjadi salah satu prioritas strategis Manulife secara global, dengan Asia memegang peranan penting dalam implementasinya.
“Menjadi organisasi yang digerakkan oleh AI merupakan prioritas strategis bagi Manulife, dan Asia menjadi kawasan sentral dalam upaya tersebut,” katanya.
|Baca juga: From Personalization to Agentic Finance: When AI Doesn’t Just Recommend, It Decides
Salah satu implementasi AI Manulife telah diterapkan untuk melayani nasabah secara langsung di Hong Kong. Perusahaan mengoperasikan asisten AI dengan dukungan layanan dwibahasa selama 24 jam.
Secara global, Manulife telah memiliki 91 use case generative AI yang beroperasi hingga akhir 2025. Sementara itu, sebanyak 121 use case lainnya masih berada dalam tahap pengembangan per 3 Agustus.
AI juga dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan agen dan penasihat keuangan, termasuk membantu pekerjaan administratif serta menjawab pertanyaan terkait proses underwriting.
Finch mengatakan manfaat penerapan AI paling terlihat pada peningkatan produktivitas penasihat dan pengalaman nasabah.
“Manfaat paling langsung terlihat pada produktivitas penasihat dan pengalaman nasabah, dan keduanya sebenarnya saling terkait erat,” ujarnya.
Perluasan pemanfaatan AI dilakukan di tengah kinerja positif bisnis Manulife di Asia. Pada kuartal II/2026, laba bersih Manulife Asia tercatat US$768 juta, meningkat 28 persen secara tahunan.
Sementara itu, core earnings tumbuh 21 persen menjadi US$616 juta. Nilai tersebut menyumbang lebih dari 40 persen terhadap total core earnings Manulife secara grup.
Finch menjelaskan salah satu teknologi yang digunakan adalah AI SalesPro. Platform tersebut membantu agen memperoleh wawasan berbasis data mengenai nasabah sehingga waktu agen dapat lebih banyak dialokasikan untuk memberikan layanan dan konsultasi.
Manulife juga menggunakan asisten AI untuk membantu agen menjawab berbagai pertanyaan terkait bisnis dan underwriting.
Selain itu, seluruh karyawan Manulife secara global mendapatkan akses terhadap Microsoft Copilot serta ChatMFC, yakni asisten generative AI yang dikembangkan perusahaan.
Strategi transformasi berbasis AI tersebut sejalan dengan target Manulife untuk menghasilkan nilai lebih dari US$1 miliar dari pemanfaatan AI di seluruh grup pada 2027.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

