Media Asuransi, JAKARTA – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) berkolaborasi dengan Indonesia Street Children Organization (ISCO Foundation) melalui program PELITA untuk membantu keluarga prasejahtera, salah satu kelompok yang paling rentan terlilit utang, mengelola keuangan dan utang secara bijak agar anak-anak tetap dapat bersekolah.
Bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), workshop literasi keuangan “Utang Harian: Aman atau Berisiko?” digelar bagi 30 orang tua dampingan ISCO Foundation di SDN Kebon Melati 01 Pagi, Jakarta Pusat, pada Sabtu (17/10/2026). Perwakilan Dewan Komisaris, Direksi, dan jajaran Chief MSIG Life turun langsung bersama 10 karyawan relawan, mendampingi para orang tua di setiap meja.
Program PELITA kini memasuki tahun kedua dalam mendukung pendidikan 60 anak prasejahtera di Kebon Melati, Jakarta Pusat. Tahun ini, pendampingan keuangannya berfokus pada orang tua, melanjutkan workshop pengelolaan anggaran keluarga sebelumnya.
|Baca juga: MSIG Life Bayarkan Klaim Kesehatan dan Meninggal Dunia Rp545 Miliar di Semester I 2026
“Kebutuhan mendesak kerap datang lebih cepat daripada penghasilan, dan pada saat itulah kecakapan finansial keluarga paling diuji,” ujar Elly Susanti, Direktur MSIG Life. “Di balik setiap keputusan keuangan, ada harapan orang tua bagi masa depan anaknya. PELITA hadir bersama para orang tua, membantu mereka mengatur penghasilan, mengelola utang, dan memilih dengan bijak. Inilah wujud komitmen kami sebagai mitra tepercaya yang mendampingi masyarakat Indonesia melangkah lebih percaya diri ke masa depan.”
Bagi ISCO Foundation, rangkaian ini menjawab kebutuhan yang mereka temui langsung di lapangan. “Dua kegiatan bersama MSIG Life tahun ini memberi para orang tua bekal praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah,” ujar Julinda Dewi Simbolon, Direktur Eksekutif ISCO Foundation.
Para orang tua berlatih membedakan utang untuk kebutuhan penting dan utang untuk keinginan sesaat, serta membiasakan satu pertanyaan sebelum berutang: dari mana cicilannya akan dibayar. Latihan ini dikemas dalam board game monopoli keuangan yang dipandu perencana keuangan bersertifikat, dan setiap peserta pulang membawa satu komitmen tertulis untuk mengelola utangnya.
|Baca juga: MSIG Life Bersama ISCO Foundation Gelar Program CSR PELITA
Para peserta juga dikenalkan pada pengetahuan dasar keuangan, termasuk asuransi, dana pensiun, dan instrumen keuangan syariah.
Direktur MSIG Life Syariah Ladiyana Prihantini mengungkapkan “Prinsip keuangan syariah yang mengedepankan keadilan dan saling tolong-menolong terbuka bagi setiap keluarga, Karena itu, kami memperkenalkannya kepada para orang tua sebagai salah satu pilihan untuk menata keuangan keluarga. Mengelola keuangan dengan prinsip syariah dapat menjadi Langkah Berkah bagi keluarga.”
Rangkaian program tahun ini akan dilengkapi satu kegiatan edukasi bagi anak menjelang akhir tahun, melanjutkan kegiatan sebelumnya yang mengajak anak-anak Kebon Melati berani bercita-cita.
Editor: Lucky Kennedy
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

