OJK Akan Tetapkan Modal Inti Bank Minimal Rp10 Triliun

Media Asuransi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menetapkan persyaratan modal inti untuk pendirian bank baru, minimal sebesar Rp10 triliun. Modal sebesar ini untuk mengantisipasi hadirnya bank digital. Sedang untuk bank yang eksisting, masih berlaku aturan modal inti minimal sebesar Rp2 triliun pada tahun ini dan sebesar Rp3 triliun pada tahun depan.

Hal ini disampaikan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat, saat menjawab pertanyaan Media Asuransi, dalam acara Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa Nasional yang diselenggarakan OJK di Bali, Jumat, 9 April 2021. Menurutnya, penetapan modal inti bank baru itu sebagai antisipasi kebutuhan teknologi informasi, karena arahnya menuju ke bank digital

Sebelumnya, dalam webinar yang diadakan CNBC Indonesia, Kamis, 8 April 2021, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, mengatakan bahwa pihaknya siap mengeluarkan aturan terkait perbankan digital sebelum semester I/2021 berakhir. “Itu akan kita atur dan memang dalam pendirian bank baru itu, kita mensyaratkan modal bank baru Rp10 triliun untuk mengantisipasi bank melayani digital,” katanya.

Baca juga: 

Heru mengatakan bahwa saat ini, pihaknya tengah menyiapkan rancangan POJK mengenai bank umum, yang akan mengatur mengenai bank digital di dalamnya. Peraturan tentang bank digital dipastikan tidak membuat dikotomi dengan bank konvensional, namun menjadi bentuk konvergensi.

“OJK tidak mendikotomikan bank digital dan bank umum. Karena, di Undang-Undang (UU) Perbankan kita kenal hanya ada dua bank, yaitu Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Saat ini, Bank Umum bertransformasi digital. Sehingga, yang fully digital itu belum kita amati,” ujarnya.

Untuk melakukan transformasi digital, bank perlu memiki permodalan yang kuat. Bahkan dalam kajian OJK, rentang modal inti yang harus dimiliki oleh bank sekitar Rp3-10 triliun. “Jadi untuk bank itu agar efisien dan menjadi bank yang baik, harus punya modal inti Rp3 triliun sampai Rp10 triliun,” jelas Heru.

Modal sebesar itu dibutuhkan karena untuk memberikan layanan digital yang berbasis teknologi, perbankan membutuhkan modal yang besar. Karena kesiapan transformasi membutuhkan permodalan cukup kuat untuk teknologi, dan sumber daya manusia andal. Edi

Leave a Reply