Pefindo Pertahankan Oulook Negatif untuk Bank Victoria

Media Asuransi – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)  menegaskan peringkat “idA-” untuk PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria atau Bank), Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2017, dan Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2019. 

Pefindo juga menegaskan peringkat “idBBB” untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahun 2017 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahun 2019. Peringkat Obligasi Subordinasi tersebut berada dua tingkat di bawah peringkat Bank Victoria karena adanya risiko dari Obligasi Subordinasi ini dapat dihapusbukukan pada kondisi nonviability, sesuai dengan POJK 34/POJK.03/2016. 

“Prospek peringkat dipertahankan pada “negatif”, karena Pefindo mencermati bahwa pandemi Covid-19 masih akan mempengaruhi kinerja kualitas aset dan profitabilitas Bank Victoria. Bank mencatatkan rasio kredit bermasalah (non-performing loans, NPL) yang lebih tinggi yaitu sebesar 7,4% pada 31 Desember 2020 dari 6,6% pada 31 Desember 2019, lebih lemah dibandingkan rata-rata industri perbankan yaitu sebesar 3,1% pada 31 Desember 2019,” katanya melalui keterangan resmi yang dikutip Media Asuransi, Jumat, 16 April 2021. 

Baca juga: Pefindo Turunkan Peringkat PG Rajawali I dan Revisi Outlook Jadi CreditWatch dengan Implikasi Negatif

Selain itu, rasio kredit dalam perhatian khusus (kolektabilitas 2) Bank memburuk ke 17,3% pada 31 Desember 2020 dari 8,3% pada 31 Desember 2019, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan yaitu sebesar 4,4% pada 31 Desember 2020, memberikan sinyal akan potensi tekanan pada kualitas aset di masa yang akan datang. 

“Kami menilai pandemi Covid-19 dapat meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan kegiatan usaha yang signifikan di semua sektor industri yang berujung kepada penurunan permintaan atas kredit dan jasa perbankan lainnya. Selain itu, penurunan kegiatan usaha juga dapat memperlemah kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban, dan pemburukan kualitas aset bank akan memberikan tekanan terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas bank,” tulis Pefindo. 

Baca juga: Pefindo Tegaskan Peringkat Elnusa (ELSA) idAA-

Saat ini, Pefindo menilai Covid-19 memberikan dampak yang signifikan tetapi dapat dikelola, terhadap profil kredit Bank Victoria secara keseluruhan. Namun, masih terdapat potensi tambahan kredit bermasalah yang tercermin dari kenaikan rasio kredit dalam perhatian khusus. Pefindo akan terus memantau secara ketat dampak Covid-19 ini terhadap kinerja dan profil kredit Bank Victoria secara keseluruhan. 

“Peringkat dapat diturunkan jika tidak ada perbaikan berarti dalam kualitas aset atau profil profitabilitas dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Penurunan peringkat juga dapat terjadi jika terjadi penurunan pada profil likuiditas atau permodalan Bank.” 

Pefindo dapat merevisi prospek menjadi “stabil” jika dampak Covid-19 telah surut, dan Bank dapat secara substansial meningkatkan profil kualitas aset dan profitabilitasnya secara konsisten, sementara dapat menjaga profil permodalan dan likuiditasnya. Obligasi Berkelanjutan I Tahap II/2018 Seri A (Rp100 miliar) dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I/2019 (Rp100 miliar) milik Bank Victoria masing-masing akan jatuh tempo pada 5 Juni 2021 dan 28 Juni 2021. 

Baca juga: OJK-Kemenkeu-BI Optimalkan Kebijakan Stimulus untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Kesiapan Bank untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo tersebut didukung oleh aset likuid sebesar Rp7,6 triliun pada 28 Februari 2021. Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Efek utang dengan peringkat idBBB mengindikasikan parameter proteksi yang memadai dibandingkan efek utang Indonesia lainnya. Walaupun demikian, kondisi ekonomi yang buruk atau keadaan yang terus berubah akan dapat memperlemah kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang. Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Peringkat korporasi merefleksikan permodalan yang kuat dan likuiditas Bank yang memadai. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh lemahnya kualitas aset dan profitabilitas, dan eksposur Bank terhadap risiko konsentrasi. 

Bank Victoria adalah bank komersial dengan fokus usaha pada nasabah affluent dan mass affluent. Per 31 Desember 2020, pemegang saham Bank adalah PT Victoria Investama Tbk (45,74%), Suzanna Tanojo (17,18%), Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft (8,72%), PT Nata Patindo (4,42%), dan publik (23,94%). Aca