Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Pefindo Tegaskan Peringkat Panin Bank idAA

Media Asuransi –  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat “idAA” atas PT Bank Panin Indonesia Tbk (Panin Bank), Obligasi Berkelanjutan II dan Obligasi Berkelanjutan III yang sudah diterbitkan. 

Pefindo juga menegaskan peringkat “idA+” atas Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III yang sudah diterbitkan. Peringkat Obligasi Subordinasi berada dua tingkat di bawah peringkat Perusahaan, yang mencerminkan risiko surat utang tersebut mengalami write down jika Bank mengalami kondisi non-viability. 

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Media Asuransi, Rabu, 7 April 2021, Pefindo mengungkapkan kesiapan bank untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2016 senilai Rp2,0 triliun, yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 Juni 2021 didukung oleh penempatan pada Bank Indonesia sebesar Rp3,1 triliun per 28 Februari 2021. 

Baca juga: Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Panin Bank Diganjar idAA

Outlook dari peringkat perusahaan adalah “stabil”. Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya. Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah kuat. 

Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkatnya lebih tinggi. Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. “Peringkat tersebut mencerminkan profil permodalan Panin Bank yang sangat kuat, posisi usaha yang kuat, dan tingkat kemungkinan dukungan yang tinggi dari ANZ Banking Group (ANZ, peringkat AA-/negatif oleh S&P) sebagai salah satau pemegang saham pengendali.” 

Peringkat ini dibatasi oleh profil kualitas aset yang moderat. Peringkat Panin Bank dapat dinaikkan jika perusahaan dapat meningkatkan posisi usahanya di industri perbankan secara substansial dan dikombinasikan dengan perbaikan indikator keuangan yang berkelanjutan, khususnya profil kualitas aset dan profitabilitas. Di sisi lain, peringkat perusahaan dapat diturunkan jika terjadi pemburukan indikator keuangan yang drastis, atau perusahaan tidak mampu mempertahankan posisi usahanya yang kuat di industri perbankan, yang tercermin dari penurunan pangsa pasar yang signifikan. 

Baca juga: Pefindo Ganjar Peringkat idA untuk BPD DIY

Peringkat tersebut juga dapat mengalami tekanan jika rencana divestasi ANZ terealisasi dan pemegang saham baru dianggap memiliki kemampuan yang terbatas untuk memberikan dukungan luar biasa kepada Panin Bank saat dibutuhkan. “Kami berpandangan bahwa pandemi telah meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan dengan menyebabkan penurunan bisnis yang substansial di hampir semua sektor, yang mengakibatkan permintaan pinjaman dan layanan perbankan lainnya lebih rendah.” 

Perlambatan bisnis juga telah melemahkan kemampuan pembayaran debitur, dan meskipun masalah fundamental kualitas aset dapat diatasi melalui proses restrukturisasi, sebagaimana diatur dalam POJK 48/2020, pelemahan lebih lanjut akan menambah tekanan pada indikator profitabilitas dan likuiditas bank. “Secara keseluruhan, kami berpendapat bahwa dampak pandemi ke industri perbankan tergolong dapat dikendalikan, didukung oleh keaktifan dalam mengelola manajemen aset liabilitas, cadangan likuiditas yang memadai termasuk tambahan likuiditas yang berasal dari penurunan tarif giro wajib minimum, dan hanya sedikit tekanan terhadap risiko penarikan dana pihak ketiga.” 

Baca juga: PaninBank dan Panin Dai-ichi Life Hadirkan Produk Asuransi Mikro

Pefindo berpandangan bahwa dampak pandemi pada profil kredit Panin Bank secara keseluruhan akan tetap terkelola, didukung oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas. “Kami mencatat eksposur Bank sekitar 60 persen dari total portofolio pinjaman pada sektor-sektor yang terdampak Covid-19, seperti perdagangan, konstruksi, perantara keuangan, transportasi, real estate, restoran & hotel, dan pertambangan, pada 31 Desember 2020. 

Risiko tunggakan pinjaman dari sektor-sektor tersebut berpotensi menekan kualitas aset dan kinerja profitabilitas bank. Sebagai antisipasi dan penangangannya, bank menerapkan kebijakan underwriting dan pemantauan kredit yang relatif ketat secara berkelanjutan, juga menyisihkan cadangan penurunan nilai kredit yang cukup tebal sebesar 152,0 persen terhadap kredit bermasalah. Pefindo akan terus memantau secara dekat dampak pandemi terhadap kinerja dan profil kreditnya secara keseluruhan. 

Panin Bank menyediakan layanan perbankan komersial melalui 506 cabang dan kantor kas yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada 31 Desember 2020, struktur kepemilikan saham Panin Bank terdiri dari PT Panin Financial Tbk (46,04 persen), Votraint No. 1103 PTY Ltd (dimiliki oleh ANZ, 38,82 persen), dan masyarakat (15,14 persen). Aca

Leave a Reply