Media Asuransi, JAKARTA – Investment link dapat menjadi pertimbangan jika menginginkan perlindungan asuransi sekaligus memiliki kesempatan mengembangkan potensi nilai investasi dalam satu polis. Namun, keputusan memilih produk ini tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan finansial, jangka waktu, dan profil risiko.
Mengutip Allianz Indonesia, Sabtu, 3 Oktober 2026, beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
1. Jika Menginginkan Proteksi dan Investasi dalam Satu Produk
Investment link dapat menjadi pilihan jika kamu mengutamakan kemudahan dalam mengelola proteksi dan potensi nilai investasi melalui satu polis. Produk ini menggabungkan manfaat asuransi dengan komponen potensi nilai investasi sehingga kamu tidak perlu mengelola keduanya melalui produk yang berbeda.
2. Jika Memiliki Tujuan Keuangan Jangka Panjang
Investment link lebih relevan untuk kamu yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang. Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar sehingga perlu mempertimbangkan kemampuan mempertahankan polis dalam jangka panjang.
|Baca juga: Pemimpin dalam Islam Dituntut Adil dan Amanah, Ini Ancaman bagi Pemimpin yang Zalim
|Baca juga: 8 Kesalahan yang Membuat Pemimpin Tidak Efektif
Jangka waktu yang panjang dapat memberikan kesempatan untuk menghadapi berbagai kondisi pasar, tetapi tidak menghilangkan risiko kerugian investasi.
3. Jika Membutuhkan Fleksibilitas dalam Mengelola Polis
Investment link dapat memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan manfaat proteksi maupun komponen investasinya, sesuai dengan fitur dan ketentuan masing-masing produk.
Dari sisi proteksi, beberapa produk memungkinkan penyesuaian uang pertanggungan atau penambahan manfaat tambahan (rider) sesuai kebutuhan dan ketentuan polis. Sementara dari sisi investasi, beberapa produk menyediakan fitur seperti top up, withdrawal, atau switching.
Fleksibilitas tersebut dapat membantu menyesuaikan polis dengan perubahan kebutuhan, tujuan keuangan, maupun kondisi finansial sepanjang masa pertanggungan, sesuai ketentuan produk.
4. Siap Memahami Risiko dan Biaya Investasi
Sebelum memilih investment link, pahami bagaimana premi dialokasikan, biaya yang dikenakan, pilihan subdana, tingkat risikonya, serta bagaimana biaya tersebut dapat memengaruhi nilai investasi.
Dengan begitu, jangan menjadikan ilustrasi potensi nilai investasi sebagai satu-satunya pertimbangan. Kebutuhan perlindungan, uang pertanggungan, kemampuan membayar premi, dan ketentuan polis juga perlu diperhatikan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
