1
1

AAUI Manfaatkan Indonesia Rendezvous 2026 untuk Dekatkan Asuransi ke Mahasiswa

Ketua Umum AAUI Budi Herawan (tengah) dalam pembukaan Indonesia Rendezvous ke-30. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, BALI – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai peningkatan literasi asuransi di masyarakat belum diikuti pertumbuhan inklusi yang memadai. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diselesaikan industri asuransi umum untuk memperluas penggunaan produk perlindungan di Indonesia.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan AAUI berupaya mempersempit kesenjangan tersebut dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan Indonesia Rendezvous ke-30 pada 2026.

Pelibatan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai asuransi sekaligus mendorong mereka membantu memperluas kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan.

“Dalam arti kenapa kami melibatkan mahasiswa yang ada di sekitar Pulau Dewata, ini tentunya menjadi program literasi kita yang memang literasinya memang meningkat terus ya, tapi inklusinya tidak pernah meningkat,” ujar Budi ,dalam konferensi pers Indonesia Rendezvous di Bali, Kamis, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dia menjelaskan keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi tersebut merupakan bagian dari upaya industri untuk memperkenalkan asuransi secara lebih dekat kepada generasi muda.

|Baca juga: OJK Siapkan Langkah Penataan bagi Asuransi yang Gagal Penuhi Modal Minimum

Dengan memahami manfaat dan cara kerja asuransi, mahasiswa diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai perlindungan asuransi kepada masyarakat luas.

AAUI mulai mendorong program literasi secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Program tersebut dijalankan melalui cabang-cabang AAUI di Indonesia dengan tujuan agar peningkatan pemahaman masyarakat dapat diikuti oleh bertambahnya penggunaan produk asuransi.

|Baca juga: OJK Proyeksikan 39 Perusahaan Asuransi Syariah Beroperasi Penuh di Akhir 2026

|Baca juga: LPS Siapkan Skema Pengalihan Polis untuk Jaga Perlindungan Nasabah Asuransi

Budi menambahkan tantangan lain yang dihadapi industri adalah berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap asuransi. Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian perusahaan asuransi karena kepercayaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat menggunakan produk perlindungan.

“Tentunya hal lain kita ketahui asuransi memang saat ini trust-nya agak sedikit hilang atau berkurang. Jadi intensi daripada kita mengundang teman-teman daripada mahasiswa tentunya bisa meyakinkan melalui mereka kepada masyarakat luas, tentunya pengguna jasa asuransi umum khususnya, agar trust ini bisa kembali,” kata Budi.

Dirinya menegaskan upaya memulihkan kepercayaan masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan. Industri perlu menunjukkan komitmen melalui pelayanan yang baik, terutama dalam memenuhi kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis.

Menurut dia, pembayaran klaim yang sesuai dengan ketentuan polis dan dilakukan tanpa keterlambatan yang tidak perlu menjadi salah satu bentuk nyata tanggung jawab perusahaan asuransi kepada nasabah.

“Trust ini memang dibangun tidak mudah, harus perlu satu proses ya, prosesnya apa? Yaitu komitmen. Komitmennya apa? Yaitu bila terjadi klaim, tentunya kita bayar dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkas Budi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Siapkan Langkah Penataan bagi Asuransi yang Gagal Penuhi Modal Minimum
Next Post AXA Mandiri Beri Pelindungan Kecelakaan Hingga Rp100 Juta untuk Pengguna MRT yang Beli Tiket Langganan

Member Login

or