1
1

APARI Dorong Ahli Pialang Asuransi Kuasai Risiko Iklim dan ESG Lewat Sertifikasi

Ilustrasi. | Foto: APARI

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) menilai pemahaman terhadap risiko iklim dan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi kebutuhan bagi profesi pialang asuransi.

Ketua Umum APARI Abdul Rohman menyebut kompetensi tersebut dinilai penting karena pialang merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan nasabah maupun mitra dalam proses pengelolaan risiko.

Abdul mengatakan tuntutan terhadap kompetensi pialang semakin besar seiring munculnya berbagai risiko dan perkembangan baru di industri. Karena itu, sertifikasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan pialang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Jadi pialang sendiri yang berhadapan dengan nasabah, yang berhadapan dengan mitra, itu harus punya sertifikasi,” kata Abdul dalam pembukaan acara APARI dan CI Certification Programme di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut dia, isu ESG, khususnya risiko iklim dan lingkungan, tidak lagi bisa ditempatkan hanya sebagai nilai tambah bagi pialang. Akan tetapi pialang perlu memahami risiko tersebut agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih kuat kepada nasabah.

|Baca juga: Pemerintah Hong Kong Kembali Tunjuk Clement Cheung untuk Pimpin Regulator Asuransi

|Baca juga: DBS Foundation Luluskan 3.000 Talenta Digital Baru dari 354 Perguruan Tinggi dan 144 SMK

Abdul mengatakan profesional pialang asuransi juga dituntut untuk mampu melihat risiko secara lebih menyeluruh. Kemampuan itu mencakup analisis risiko, penyusunan strategi mitigasi, hingga memberikan solusi perlindungan asuransi yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

“Pemahaman terhadap risiko iklim dan ESG bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan suatu kebutuhan utama,” ujarnya.

Karena itu, Abdul berharap, program sertifikasi tidak berhenti pada tambahan pengetahuan bagi peserta. Materi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, mulai dari mengidentifikasi risiko perusahaan hingga menyusun solusi asuransi bagi klien.

Menurut Abdul, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong industri pialang asuransi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan. APARI berkomitmen melanjutkan pengembangan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Program tersebut merupakan bagian dari APARI & CI Certification Programme yang digelar pada 18-19 Agustus 2026 di Jakarta. Program mencakup dua materi utama, yakni Enterprise Risk Management (ERM) & Business Continuity Planning (BCP) dan Climate, Environmental & ESG Risk Management.

Pada hari pertama, peserta mengikuti rangkaian sesi mengenai ERM dan BCP sebelum menjalani ujian. Sementara hari kedua difokuskan pada Climate, Environmental & ESG Risk Management, yang juga ditutup dengan ujian.

Abdul berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian dengan baik dan mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi perusahaan, industri pialang asuransi, dan masyarakat.

“Semoga seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan baik, memperoleh wawasan baru, serta mampu mempraktikkan ilmu yang diperolehnya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, industri, dan masyarakat,” pungkas Abdul.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Peringati HUT Ke-81 RI, KCIC Hadirkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Khusus
Next Post Bersama Mengatasi Inflasi Medis Demi Ekosistem Kesehatan yang Berkelanjutan

Member Login

or