1
1

Hingga September 2026, Allianz Life Indonesia Bayar Klaim untuk 1.857 Kasus terkait Influenza

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Data klaim Allianz Life Indonesia menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan perawatan terkait influenza. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, jumlah kasus influenza yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit pada Januari hingga Agustus 2026 meningkat 47 persen.

Dengan demikian, sepanjang Januari hingga minggu kedua September 2026, Allianz Life Indonesia telah membayarkan klaim terkait influenza mencapai lebih dari 13,8 miliar untuk 1.857 kasus.

Kebutuhan perawatan tersebut menunjukkan influenza dapat memerlukan penanganan medis yang beragam, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan rawat jalan hingga rawat inap pada kondisi tertentu.

Salah satu jenis influenza yang perlu diperhatikan adalah Influenza A, yang pada kondisi tertentu dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, bronkitis, dan faringitis, serta dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah dimiliki sebelumnya.

|Baca juga: HSBC Ramal Defisit Anggaran RI Capai 2,9% di 2027

Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia dr. Tubagus Argie F. S. Sunartadirdja menjelaskan peningkatan proporsi positif influenza menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika muncul gejala seperti demam, batuk, dan tubuh terasa lemas.

“Mengenali gejala sejak awal dan memahami kapan perlu mendapatkan pertolongan medis merupakan bagian penting untuk membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius,” ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 30 September 2026.

|Baca juga: Rupiah Melemah hingga IHSG Ambruk, Airlangga: Ya Ini Namanya Market!

Lebih lanjut, ia menambahkan, menjaga kesehatan perlu diikuti dengan kesiapan menghadapi risiko finansial yang dapat muncul ketika seseorang membutuhkan pemeriksaan, pengobatan, maupun perawatan medis. Apalagi, data klaim menunjukkan kebutuhan penanganan influenza tidak bisa dianggap enteng.

“Dan dapat meningkat tergantung kondisi masing-masing nasabah, mulai dari rawat jalan hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit. Karena itu, kesiapan menghadapi biaya kesehatan menjadi bagian yang penting dalam perencanaan perlindungan diri dan keluarga,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post HSBC Ramal Defisit Anggaran RI Capai 2,9% di 2027
Next Post Setelah Virgo Transport 8 Tenggelam, Saatnya Pembenahan Fundamental

Member Login

or