1
1

Investasi Insurtech Global Mencapai US$1,1 Miliar di Kuartal III/2023

Ilustrasi. Foto: Ist

Media Asruansi, GLOBAL – Menurut Laporan Global InsurTech terbaru dari Gallagher Re, pendanaan baru untuk sektor InsurTech global mencapai US$1,1 miliar pada kuartal III/2023. Hal ini terutama didorong oleh lonjakan 25,5% dari kuartal ke kuartal dalam investasi P&C InsurTech.

Gallagher mencatat bahwa kenaikan ini terjadi bahkan ketika ukuran kesepakatan rata-rata turun 16,4% dari kuartal ke kuartal ke level terendah dalam enam tahun terakhir yaitu US$10,3 juta, sementara investasi Life & Health InsurTech merosot 4,5% dari kuartal ke kuartal menjadi US$166,6 juta.

Sementara itu, sejalan dengan pendanaan, jumlah kesepakatan InsurTech kuartalan meningkat dari 97 di kuartal II/2023 menjadi 119 di kuartal III/2023, terbanyak sejak kuartal III/2022. Dari jumlah tersebut, P&C InsurTech mencatatkan 90 kesepakatan, dan Life & Health InsurTech, 29 kesepakatan.

|Baca juga: Mengintip Perjalanan Asia Tenggara dalam Mengelola Eksistensi Insurtech

InsurTech yang berbasis di Amerika Serikat mencatatkan 55,4% pangsa kesepakatan InsurTech global pada kuartal III/2023, level tertinggi sejak kuartal I/2020.

Laporan Gallagher Re juga mengamati bahwa pendanaan InsurTech tahap awal meningkat 24,7% dari kuartal ke kuartal menjadi US$269,45 juta, karena jumlah kesepakatan tahap awal meningkat dari 51 di kuartal II/2023 menjadi 71 di kuartal III/2023.

Re/reasuransi melakukan 34 investasi InsurTech, yang sebagian besar, selama lima kuartal berturut-turut, berada dalam kategori tahap awal (61,8%).

Di kuartal III/2023 terdapat 10 investasi tahap awal dan 11 investasi Seri A oleh para pemain perdagangan. MassMutual Ventures memimpin aktivitas ini dengan tujuh investasi. Tiga atau lebih investasi masing-masing dilakukan oleh Avanta Ventures (bagian dari CSAA), MS&AD Ventures, dan Munich Re Ventures.

Global Head of InsurTech di Gallagher Re, Andrew Johnston mengatakan bahwa pihaknya terus bergerak melalui titik infleksi yang krusial dalam InsurTech global, dari tahap pertama, eksperimen besar ke tahap kedua yang berfokus pada hasil bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan melalui ketepatan, bukan volume.

|Baca juga: Pentingnya Evolusi Insurtech agar Bertahan & Tumbuh Berkelanjutan

“Kuartal ketiga memberi kami beberapa contoh yang sangat menggugah tentang seperti apa perubahan ini di tingkat perusahaan, baik bagi InsurTech maupun investor,” katanya.

Namun, lanjut Johnston, jelas kebenaran yang menyakitkan muncul sebagai akibat langsung dari pelajaran yang tidak dipelajari selama fase pertama termasuk bagaimana modal dikumpulkan, dari siapa, dan pada penilaian apa, dan bagaimana modal tersebut dikelola dan dibelanjakan. Dengan para penyokong dana yang menulis cek dalam jumlah besar, InsurTechs dapat mengabaikan pentingnya rasio kerugian atau retensi pelanggan.

Menurutnya, perusahaan insurtech dan para investornya bisa saja fokus pada metrik seperti pertumbuhan dan divergensi dan melewatkan pelajaran yang sangat penting yang pada akhirnya harus dipelajari untuk bertahan hidup.

“Ketika dipelajari, perusahaan-perusahaan dapat bertransisi ke InsurTech tahap dua. Sekarang, lebih dari sebelumnya, teknologi dan pendatang baru dapat memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkuat nilai reasuransi. InsurTech di fase dua dapat, misalnya, mendukung pemilihan risiko yang lebih baik, optimalisasi portofolio, penggunaan data yang relevan, dan keterlibatan dengan konsumen yang terbiasa dengan teknologi digital,” pungkasnya.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Indonesian AID Siapkan Rp31,9 Miliar Guna Bantu Palestina
Next Post Program Padat Karya Tunai Sumber Daya Air Serap Lebih dari 250 Ribu Pekerja

Member Login

or