1
1

Premi Asuransi Umum Jerman Diramal Tembus US$205,2 Miliar pada 2028

Pemandangan salah satu kota di Jerman. | Foto: freepick

Media Asuransi, GLOBAL – GlobalData, perusahaan data dan analitik, memperkirakan industri asuransi umum Jerman akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,5% dari EUR149,7 miliar (US$152,8 miliar) pada tahun 2023 menjadi EUR195,5 miliar (US$205,2 miliar) pada tahun 2028, dalam hal premi tertulis langsung (DWP).

Basis Data Asuransi GlobalData mengungkapkan bahwa industri asuransi umum di Jerman diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,4% pada tahun 2024, didukung oleh peningkatan penjualan kendaraan bermotor, meningkatnya permintaan polis asuransi bencana alam (Nat-Cat), dan kenaikan yang disebabkan oleh inflasi tarif premi di sebagian besar lini asuransi umum.

Sneha Verma, Analis Asuransi di GlobalData, menjelaskan tingkat pertumbuhan industri asuransi umum Jerman diperkirakan akan tetap konsisten antara 5%-6% selama tahun 2023-2028. Hal ini terutama akan didukung oleh asuransi kesehatan dan properti, didorong oleh peningkatan kesadaran kesehatan pasca pandemi COVID-19 dan meningkatnya permintaan akan polis asuransi nat-cat, katanya dalam laporan yang dikutip, Minggu, 4 Februari 2024.

|Baca juga: AM Best Pertahankan Prospek Negatif untuk Asuransi Jiwa dan Umum Jerman

Asuransi Kecelakaan Diri dan Kesehatan (PA&H) merupakan lini bisnis terdepan, menyumbang 37,7% pangsa DWP asuransi umum pada tahun 2023. Asuransi PA&H diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,8% pada tahun 2024 dan 4,2% pada tahun 2025, didukung oleh peningkatan dalam kesadaran kesehatan setelah pandemi yang menyebabkan lonjakan permintaan akan polis asuransi kesehatan.

Kenaikan tarif premi akibat kenaikan biaya klaim yang didorong oleh inflasi juga akan mendukung pertumbuhan asuransi PA&H. Menurut Asosiasi Asuransi Jerman, premi asuransi kesehatan swasta diperkirakan meningkat sebesar 4% menjadi 5,5% pada tahun 2024. Asuransi PA&H diproyeksikan tumbuh pada CAGR sebesar 4,4% selama tahun 2023-2028.

Asuransi kendaraan bermotor merupakan lini bisnis terbesar kedua, menguasai 21,0% DWP asuransi umum pada tahun 2023. DWP asuransi kendaraan bermotor tumbuh sebesar 1,8% pada tahun 2023, didukung oleh peningkatan total penjualan kendaraan. Menurut Otoritas Transportasi Motor Federal, penjualan kendaraan meningkat 7,2% menjadi 2,84 juta pada tahun 2023 dari 2,65 juta pada tahun 2022. Tren ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2024.

 

Dampak Inflasi

Verma menambahkan selain penjualan kendaraan, kenaikan harga premi akibat inflasi juga akan mendukung pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor. Inflasi yang tinggi dalam jangka waktu lama telah mengakibatkan peningkatan biaya suku cadang dan perbaikan di atas rata-rata, sehingga menyebabkan biaya klaim yang lebih tinggi.

|Baca juga: S&P: Naiknya Suku Bunga Membawa Manfaat dan Risiko bagi Perusahaan Asuransi Jiwa Jerman

Hal ini berdampak pada profitabilitas perusahaan asuransi, sehingga rasio gabungan industri asuransi kendaraan bermotor melampaui 100% pada tahun 2022 untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir. Asuransi kendaraan bermotor diperkirakan tumbuh pada CAGR sebesar 2,2% selama tahun 2023-2028.”

Asuransi properti merupakan lini terbesar ketiga, menyumbang 18,8% pangsa DWP asuransi umum pada tahun 2023. Asuransi properti tumbuh sebesar 8,6% pada tahun 2023, didorong oleh permintaan asuransi rumah, yang menyumbang 51% dari premi asuransi properti di tahun 2023. 2023.

Jerman rentan terhadap peristiwa cuaca ekstrem, yang menyebabkan lonjakan permintaan polis asuransi nat-cat. Selain itu, meningkatnya biaya klaim akibat inflasi juga menyebabkan kenaikan tarif premi asuransi properti, sehingga akan mendukung pertumbuhan asuransi properti. Asuransi properti diperkirakan tumbuh pada CAGR sebesar 7,5% selama tahun 2023-2028.

Asuransi Liabilitas, Financial Lines, Marine, Aviation and Transit (MAT), dan Lain-lain menyumbang 22% sisa DWP asuransi umum pada tahun 2023.

Verma menyimpulkan pemulihan perekonomian dan peningkatan kesadaran kesehatan akan terus mendukung pertumbuhan industri asuransi umum Jerman selama lima tahun ke depan. Inflasi tinggi yang terus-menerus dan seringnya terjadinya bencana alam akan berdampak pada profitabilitas perusahaan asuransi dan menaikkan harga premi dalam jangka pendek, pungkas dia.

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Gencar Ekspansi, Sunset Hospitality Group Buka Hotel di Bali
Next Post Pasar Platform Asuransi Digital Bersiap Hadapi Lonjakan Valuasi

Member Login

or