1
1

KSSK Optimistis IHSG Bakal Bangkit Usai Ambruk di Kuartal I/2026

(kiri-kanan) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi cukup dalam pada kuartal I/2026 akibat meningkatnya ketidakpastian global. Meski demikian, pasar saham domestik mulai menunjukkan penguatan memasuki Mei 2026.

Anggota KSSK sekaligus Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan dinamika pasar modal Indonesia pada awal tahun ini masih dipengaruhi kondisi global yang bergejolak.

“Pasar modal dalam negeri bergerak dinamis di triwulan satu tahun ini seiring peningkatan ketidakpastian global. IHSG ditutup pada level 7.048,22 per 31 Maret 2026,” ujar Friderica dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, secara tahunan, IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meski sempat terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan posisi sebelumnya.

“Ini (IHSG) mengalami koreksi sebesar 18,49 persen, namun masih tumbuh positif sebesar 8,26 persen secara tahunan,” katanya.

Meski demikian, memasuki Mei 2026, IHSG mulai menunjukkan tren penguatan. Hingga 15 Mei 2026, indeks tercatat menguat 1,44 persen secara month to date dan ditutup di level 7.057,11.

“Memasuki Mei 2026, IHSG menunjukkan tren penguatan dan per 15 Mei kemarin ditutup pada level 7.057,11,” ucapnya.

Di tengah fluktuasi pasar saham, OJK mencatat penghimpunan dana di pasar modal masih tetap tinggi. Hingga pertengahan Mei 2026, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp59,35 triliun.

Menurut Friderica, tingginya penghimpunan dana tersebut menunjukkan aktivitas pendanaan korporasi di pasar modal masih berjalan kuat, terutama melalui penerbitan surat utang dan sukuk.

“Hingga 15 Mei, nilai penghimpunan dana di pasar modal sudah mencapai Rp59,35 triliun secara year to date,” katanya.

Selain itu, jumlah investor pasar modal juga terus meningkat. OJK mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) pada kuartal I/2026 mencapai 24,7 juta investor dan kini telah menembus 26 juta investor.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Apresiasi IFG Life dalam Memulihkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Industri Asuransi
Next Post Ganti Rugi Pertanggungan (Lanjutan 6)

Member Login

or