Media Asuransi, JAKARTA – Di Indonesia, kepemilikan asuransi jiwa masih tergolong rendah. Tidak banyak orang di sekitar yang sudah memilikinya, salah satunya karena minimnya pemahaman tentang pentingnya perlindungan finansial melalui asuransi jiwa.
Padahal, asuransi jiwa berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga jika pencari nafkah utama tidak lagi mampu bekerja. Perlindungan ini memberikan rasa aman dari berbagai risiko, mulai dari cacat permanen, kehilangan produktivitas, hingga meninggal dunia.
|Baca juga: Mengenal Tujuan Asuransi dan Fungsinya dalam Perlindungan Risiko
|Baca juga: Berikut 5 Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Membeli Asuransi Mobil
Meski demikian, masih banyak orang, bahkan yang telah memasuki usia 30 tahun, yang ragu untuk membeli asuransi jiwa. Padahal risiko tersebut bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Lalu, bagaimana cara memilih asuransi jiwa yang tepat?
Melansir laman IFG Life, Minggu, 10 Mei 2026, berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Kenali seluruh produk terlebih dahulu
Setiap produk asuransi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga sangat penting untuk memahami dan membandingkan setiap produk sebelum memutuskan untuk membelinya. Berikut di antaranya:
Asuransi jiwa berjangka
Asuransi jiwa berjangka sering disebut dengan asuransi hidup jangka pendek. Asuransi ini memberikan perlindungan bagi pemegang polis selama periode waktu tertentu, biasanya hingga 20 tahun.
|Baca juga: Aktivitas Seru Tetap Aman, Berikut Pentingnya Proteksi saat Berolahraga dan Bepergian
|Baca juga: 10 Tanda Bos Toxic yang Bikin Karyawan Kehilangan Semangat Kerja
Asuransi jiwa seumur hidup
Asuransi jangka panjang memberikan perlindungan sepanjang hidup sampai mencapai usia 100 tahun. Namun, dibandingkan dengan asuransi jangka pendek, premi yang harus dibayarkan pasti akan lebih tinggi.
Asuransi unitlink
Asuransi unitlink merupakan jenis produk asuransi yang menggabungkan perlindungan jiwa dengan investasi. Dalam polis asuransi unitlink, sebagian dari premi yang dibayarkan oleh pemegang polis akan dialokasikan untuk dana investasi, sementara sisanya akan digunakan untuk memberikan perlindungan jiwa.
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
Keistimewaan asuransi unitlink terletak pada fleksibilitasnya dalam memilih jenis investasi. Pemegang polis dapat memilih sendiri instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko mereka, seperti saham, obligasi, reksa dana, atau campuran dari berbagai instrumen investasi.
Asuransi dwiguna
Asuransi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam hal kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera atau kematian. Tujuan utama dari asuransi dwiguna adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam hal kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera atau kematian.
Pada dasarnya, tujuan dari asuransi dwiguna adalah memberikan perlindungan dan keamanan finansial bagi peserta dalam menghadapi risiko kecelakaan lalu lintas.
2. Cari tahu besarnya uang pertanggungan
Nilai uang pertanggungan pada asuransi jiwa akan dibayarkan ke ahli waris. Besarnya uang pertanggungan akan tergantung pada jumlah premi yang dibayarkan setiap bulan. Semakin tinggi premi yang dibayar, semakin tinggi juga uang pertanggungan yang didapatkan.
3. Besarnya kemampuan finansial
Jika Anda saat ini sedang membangun rumah tangga dan berusia 30 tahun, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum membeli asuransi jiwa.
|Baca juga: 3 Ciri Pemimpin yang Jadi Penghambat, Bukan Pendorong Kemajuan
|Baca juga: Ingin Beli Asuransi untuk Orang Lain? Coba Cek Dulu Informasi Berikut!
Ini karena membeli asuransi jiwa memerlukan komitmen pembayaran premi. Pembayaran premi bisa dilakukan secara sekaligus maupun secara berkala. Pastikan untuk menyesuaikan jumlah premi dengan kemampuan finansial. Sehingga tidak memberatkan dan kebutuhan sehari hari tetap tercukupi.
4. Pilih perusahaan asuransi terbaik
Jika sudah memutuskan besarnya premi, saatnya untuk memilih perusahaan asuransi yang akan melindungi Anda. Pilihlah perusahaan yang memiliki reputasi baik dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Hal yang dapat dilihat untuk menentukan kredibilitas perusahaan asuransi adalah melalui jumlah laporan keluhan atau umpan balik dari pemegang asuransi.
5. Pilih perusahaan asuransi yang memiliki layanan terbaik
Cobalah memilih perusahaan asuransi yang memiliki layanan pelanggan yang baik, seperti layanan pelanggan 24 jam. Ini akan membuat Anda merasa lebih terbantu ketika membutuhkan informasi atau memproses klaim. Jangan memilih perusahaan asuransi yang hanya baik saat pendaftaran, tapi tidak memberikan layanan yang baik pada saat pengajuan klaim.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

