1
1

Regulasi Ketat Dorong Perusahaan Asuransi Jiwa China Fokus di Pertumbuhan Berkualitas

Ilustrasi. Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Perusahaan asuransi jiwa China diperkirakan lebih fokus pada pertumbuhan berkualitas daripada pertumbuhan premi atas untuk menyebar risiko secara efektif. Hal itu disampaikan oleh UOB dalam laporan terbarunya.

Analis UOB Kay Hian Kenny Lim Yong Hui mengatakan sektor ini berhasil menjaga pertumbuhan premi tahunan yang positif pada 2023, dengan total pendapatan premi asuransi sebesar 2,69 triliun RMB selama tahun itu. Pertumbuhannya sebesar 5,2 persen dibandingkan dengan 2022.

Namun, premi Desember terbilang lemah, dengan lima perusahaan asuransi jiwa teratas hanya mencatat peningkatan premi bulanan sebesar empat persen selama bulan tersebut. Ini 10 persen lebih rendah dari tingkat 2021.

|Baca: Market Cap BSI Tembus Rp100 Triliun, Peringkat di Perbankan Syariah Global Naik

Lim mengaitkan hal ini dengan regulasi yang lebih ketat karena perusahaan asuransi jiwa sekarang dilarang mengumpulkan sebagian besar premi di muka. “Data premi Desember yang lemah menunjukkan bahwa perusahaan asuransi memulai penjualan awal tanpa banyak gembar-gembor di bawah regulasi baru,” ujar Lim.

Untuk asuransi kerugian dan kecelakaan (P&C), pertumbuhan premi melambat lebih lanjut karena bisnis asuransi non-otomatis yang terbatas. “Kami percaya perusahaan asuransi jiwa akan lebih fokus pada pertumbuhan berkualitas daripada pertumbuhan premi atas untuk mengelola risiko penyebaran secara efektif di tengah lingkungan suku bunga rendah,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank Mandiri Kumpulkan Laba Bersih Rp55,1 Triliun pada 2023, Naik 33,7%
Next Post Sepanjang 2023, PP Presisi (PPRE) Catatkan Kontrak Baru Rp6,7 Triliun

Member Login

or