Media Asuransi, JAKARTA – Kerugian akibat investasi bodong di Indonesia terus mencatatkan angka yang mengkhawatirkan. Satuan Tugas Waspada Investasi OJK mencatat kerugian sepanjang 2024 mencapai Rp2,5 triliun.
Modusnya pun kian beragam, mulai dari agribisnis, koperasi simpan pinjam, hingga tawaran berbasis teknologi seperti robot trading forex dan binary trading. Yang terbaru, para pelaku kini memanfaatkan taktik flexing di media sosial untuk menggaet korban dengan iming-iming gaya hidup mewah.
|Baca juga: Tips Jitu Merencanakan Keuangan Lewat Asuransi Jiwa
|Baca juga: Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional yang Perlu Dipahami
Melansir laman IFG Life, Minggu, 14 Juni 2026, berikut enam tips yang bisa kamu terapkan agar tidak menjadi korban investasi bodong:
1. Periksa legalitas entitas yang menawarkan produk investasi
Sebelum tertarik pada tawaran apapun, pastikan dulu legalitas perusahaannya. Pelaku investasi bodong kerap mengantongi izin usaha yang tidak relevan dengan produk yang mereka tawarkan. Pastikan izin yang dimiliki sesuai dengan jenis investasinya.
2. Tidak ada investasi yang pasti untung
Jika ada yang menjanjikan keuntungan pasti dengan nominal spesifik, itu adalah tanda bahaya. Tidak ada investasi yang sah dan dapat diandalkan mampu menjamin hasil tertentu, apalagi dengan angka yang terdengar terlalu fantastis.
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
3. High risk high return
Ingat prinsip dasar investasi: potensi keuntungan besar selalu berbanding lurus dengan risikonya. Perusahaan investasi resmi bahkan wajib mengidentifikasi profil risiko nasabah terlebih dahulu sebelum menawarkan produk apapun. Jika sebuah tawaran terasa terlalu menggiurkan tanpa menyebut risiko sama sekali, patut dicurigai.
View this post on Instagram
4. Mencari pembanding
Jangan langsung percaya tanpa riset. Bandingkan tawaran yang kamu terima dengan produk sejenis yang ada di pasar. Untuk instrumen berbasis saham, kamu bisa menggunakan acuan seperti IHSG atau indeks LQ45. Untuk produk simpanan, cek bunga penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai tolok ukur.
5. Mencari informasi mekanisme investasi/trading yang ditawarkan
Jangan mudah terkesan dengan istilah teknis yang terdengar canggih. Minta penjelasan dalam bahasa yang kamu pahami dan jangan ragu untuk bertanya. Jika tawaran datang lewat platform digital, pastikan platform tersebut juga digunakan oleh broker lain yang sudah terpercaya.
|Baca juga: Aktivitas Seru Tetap Aman, Berikut Pentingnya Proteksi saat Berolahraga dan Bepergian
|Baca juga: 10 Tanda Bos Toxic yang Bikin Karyawan Kehilangan Semangat Kerja
6. Perdalam pengetahuan seputar investasi
Senjata paling ampuh untuk menghindari investasi bodong adalah literasi keuangan. Biasakan membaca berita keuangan secara rutin dan ikuti webinar investasi dari sumber yang terpercaya. Semakin kamu paham cara kerja investasi, semakin sulit para penipu untuk menjebakmu.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

