Anjar Setyokusumo Sudjarwo: Dulu Benci, Sekarang Sangat Cinta Asuransi

Pepatah lama mengatakan ‘jangan membenci sesuatu terlalu dalam, sebab suatu saat nanti Tuhan pasti akan mendekatkan kita kepada sesuatu yang dibenci tersebut’. Hal ini rupanya menjadi pengalaman berharga bagi Legal Department Head PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Anjar Setyokusumo Sudjarwo. Dulu, asuransi merupakan sebuah industri yang sangat dia benci, tetapi kini menjadi industri yang sangat dicintainya.

Awal dari benci itu justru membawa pria kelahiran Maret 1985 ini menjerumuskan diri ke dunia industri tersebut. Anjar berdalih ingin membuktikan diri dan menantang dirinya bahwa apa yang disangkakan terhadap industri asuransi adalah salah, dirinya mengaku setelah itu malahan semakin jatuh cinta terhadap industri asuransi hingga saat ini.

Kepada Media Asuransi, lulusan jurusan Hukum, Universitas Indonesia ini mengaku pernah mencicipi sebagai asisten dosen dan berkarier di sebuah bank swasta, tepatnya Bank CIMB Niaga Tbk serta sempat bergabung di PT Astra International Tbk selama 2 tahun.

Anjar menganalogikan kebencian yang berubah dengan tantangan adalah pada saat ada seorang gadis yang sangat ngeselin, dari situ kita pasti akan cari tahu semakin dalam siapa dia sebenarnya dari semua sisi yang bisa diketahui. Sampai akhirnya tanpa kita sadari kita mulai tertarik dan jatuh cinta kepada gadis itu.

Anjar mengakui yang mampu mengubah persepsinya terhadap industri asuransi adalah rasa penasaran dan tantangan yang begitu besar dalam dirinya sendiri. Hal itu diakuinya merupakan sebuah kesalahan yang justru menjadi berbalik 360 derajat dan membuatnya semakin jatuh cinta kepada industri asuransi.

“Saat ada opportunity di Tugu Insurance, menarik perhatian saya. Apalagi Tugu Insurance menjadi one of the biggest insurance di Indonesia. Orang tua dulu melihat bahwa Asuransi Tugu adalah asuransi Pertamina, jadi ngetop banget. Hal itu yang menantang saya, pada awalnya benci asuransi, menjadi penasaran dan mau membuktikan bahwa apa yang saya benci itu salah. “Ternyata apa yang saya sangkakan memang salah, dan sekarang semakin jatuh cinta,” katanya.

Keberhasilan yang diraih saat ini tidak lepas dari tantangan kepada dirinya sendiri untuk mampu menembus batas kemampuannya. Tantangan tersebut
yang membuatnya untuk memberikan hasil lebih, bukan hanya mampu menembus target yang diharapkan tetapi lebih dari itu. Hal itu pula yang menjadikan pimpinan perusahaan memberikan sebuah kesempatan besar dengan menjadikannya sebagai Legal Department Head, padahal sebelumnya hanyalah sebagai Staff Officer.

“Saya selalu mendapat support dari orang tua dengan nasihatnya yang saya jadikan sebagai pedoman agar selalu belajar di berbagai kesempatan, karena ilmu pengetahuan itu tidak akan pernah ada batasnya. Dan, hingga saat ini saya merasa, apa yang saya ketahui tentang asuransi baru 20 persen dan saya ingin mencapainya hingga 100 persen,” jelas Anjar. Caca Casriwan