Media, Asuransi, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan empat penerima manfaat untuk implementasi Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF) di Gedung Bappenas, Jakarta, (14/4). Kegiatan ini menandai dimulainya pendanaan bagi empat proyek inovatif yang mendorong solusi teknologi rendah karbon di berbagai wilayah Indonesia. Kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang sudah terjalin sejak 2017 ini mendorong pembangunan berbasis bukti, inklusif, dan berkelanjutan.
|Baca juga: 2 Sisi Mata Uang Koin Nol Emisi Karbon dan Pembangunan Berkelanjutan
Melalui LCDI-ITF, kolaborasi tersebut diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui pembiayaan inovatif, penguatan kelembagaan, serta percepatan solusi iklim yang dapat direplikasi. “Innovation and Technology Fund menjadi bentuk bagaimana kebijakan dan perencanaan dapat diimplementasikan untuk menciptakan dampak nyata bagi pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo dalam keterangannya, Rabu, 15 April 2026.
Inisiatif ini, lanjutnya, bertujuan mengidentifikasi dan mereplikasi solusi teknologi yang mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Program ini juga mendukung Trisula Pembangunan, serta berbagai peta jalan nasional seperti ekonomi sirkular, ekonomi biru, hilirisasi rempah, dan pertanian regeneratif.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
