Media Asuransi, JAKARTA – Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu bright spot dalam perekonomian global. Kondisi itu dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah tiga persen dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.
|Baca juga: Rupiah Melemah, OJK Sebut Biaya Retrosesi Reasuransi Berpotensi Tertekan
|Baca juga: BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$437,9 Miliar
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.
Hal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings.
Mengutip keterangan resmi BI, Kamis, 16 April 2026, dalam rangkaian IMF Spring Meetings tersebut, Bank Indonesia melanjutkan outreach dengan para investor global untuk menekankan perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
|Baca juga: Jaga Keberlanjutan Pembayaran Manfaat, OJK Minta Dana Pensiun Terapkan Strategi Ini!
|Baca juga: Begini Jurus OJK Tekan Fraud terkait Klaim Asuransi Kesehatan
Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.
BI menekankan respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional, melainkan melalui bauran kebijakan terintegrasi dan adaptif, mengombinasikan kebijakan moneter berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan.
|Baca juga: Investor Global Nilai Kebijakan Indonesia Tetap Kredibel di Tengah Ketidakpastian
|Baca juga: BP BUMN Dorong Integrasi Sistem Pungutan Pajak Atas Transaksi Digital Luar Negeri yang Cepat
Sinergi erat dengan pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah tiga persen dari PDB serta realokasi belanja ke sektor produktif, turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional.
Dalam jangka menengah, Indonesia juga menegaskan arah transformasi struktural menuju ekonomi bernilai tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
