Media Asuransi, JAKARTA – Gangguan refraksi seperti mata minus (miopia) dan silinder (astigmatisme) sering kali menjadi penghambat aktivitas sehari-hari. Ketergantungan pada kacamata yang sering berembun atau lensa kontak yang berisiko memicu iritasi mata sering kali membuat banyak orang mencari solusi permanen. Di sinilah prosedur bedah refraksi laser berperan penting.
Dokter Marsha Rayfa Pintary, dokter spesialis mata dari KMN EyeCare, menjelaskan bahwa selama puluhan tahun, LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) telah menjadi prosedur yang paling banyak dilakukan di seluruh dunia. Namun, perkembangan teknologi medis tidak berhenti di situ. Kini, muncul teknologi terbaru bernama SiLK (Smooth Incision Lenticule Keratomileusis).
|Baca juga: Inilah Revolusi LASIK Non-Flap yang Halus seperti Sutra untuk Penglihatan Jernih Tanpa Kacamata
“Teknologi ini dianggap sebagai generasi terbaru karena menawarkan prosedur yang lebih minim invasif, tanpa perlu pembuatan flap kornea, dan waktu pemulihan yang cepat,” kata Marsha dalam keterangan tertulis.
Evolusi Teknologi Laser Mata
Untuk memahami posisi SiLK dalam dunia kesehatan mata, kita perlu meninjau tiga fase utama evolusi bedah laser kornea
Generasi Pertama: PRK (Photorefractive Keratectomy)
PRK bekerja dengan cara mengikis lapisan permukaan kornea paling luar (epitel) untuk mengubah kelengkungan kornea. Karena epitel diangkat sepenuhnya, proses penyembuhannya memakan waktu cukup lama (sekitar 3-5 hari) hingga epitel tumbuh kembali, dan pasien biasanya merasakan nyeri selama masa tersebut.
|Baca juga: Industri Asuransi Diminta Waspadai Risiko Penyebaran Ebola dan Hantavirus
Generasi Kedua: LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis)
LASIK memperkenalkan teknik flap. Dokter membuat sayatan melingkar pada permukaan kornea menggunakan laser femtosecond atau microkeratome, lalu melipatnya untuk memberikan akses bagi laser excimer guna membentuk ulang stroma (lapisan tengah kornea). Setelah itu, flap ditutup kembali.
Generasi Ketiga: Lenticule Extraction (SiLK)
Teknologi LASIK non-flap generasi terbaru dari Johnson & Johnson Vision yang dirancang untuk memberikan tajam penglihatan optimal dengan proses yang lebih minim invasif, presisi tinggi dan tingkat keamanan yang tinggi.
Bagaimana Prosedur SiLK Dilakukan?
Teknologi SiLK bekerja dengan prinsip yang sangat berbeda dari LASIK. Dalam prosedur ini, dokter tidak menggunakan dua jenis laser, melainkan hanya satu sistem laser femtosecond tercanggih.
“Prosesnya dimulai dengan laser ELITA yang membentuk jaringan tipis berbentuk cakram di dalam kornea yang disebut lenticule. Bentuk dan ketebalan lenticule ini sudah dihitung secara komputerisasi sesuai dengan derajat kelainan refraksi pasien,” jelas dokter Marsha.
Ditambahkan, setelah lenticule terbentuk, dokter akan membuat sayatan mikro berukuran 2-3 milimeter pada tepi kornea. Melalui sayatan kecil tersebut, lenticule dikeluarkan secara perlahan. Dengan keluarnya jaringan ini, kelengkungan kornea akan berubah dan titik fokus cahaya akan jatuh tepat di retina. Karena sayatannya sangat minimal, mata tidak memerlukan jahitan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu yang singkat.
Keunggulan Teknologi SiLK
Sebagai teknologi terbaru, SiLK menawarkan beberapa keunggulan klinis yang menjadi solusi atas keterbatasan prosedur LASIK konvensional:
- Prosedur Tanpa Flap (Flapless)
Pada LASIK konvensional, sayatan flap yang dibuat hampir melingkar sempurna pada kornea. Jika terjadi benturan keras pada mata di masa depan, akan ada risiko kecil flap tersebut bergeser. Dalam prosedur SiLK, risiko ini hilang karena tidak ada flap yang dibuat. Hal ini menjadikan SiLK sangat direkomendasikan bagi individu dengan gaya hidup aktif atau profesi yang memiliki risiko kontak fisik tinggi.
- Risiko Mata Kering yang Minimal
Salah satu efek samping yang sering dikeluhkan setelah LASIK adalah mata kering (dry eye). Ini terjadi karena pembuatan flap memotong banyak serat saraf kornea yang bertugas memicu produksi air mata. Karena SiLK hanya menggunakan sayatan mikro, lebih banyak saraf kornea yang tetap utuh. Pada umumnya, stabilitas air mata pasien lebih terjaga.
|Baca juga: Ciri-Ciri Mata Katarak, Kenali Gejalanya Sejak Dini dan Cara Mengatasinya
- Kualitas Penglihatan yang Lebih Presisi
Sistem laser pada SiLK memiliki frekuensi denyut yang sangat tinggi dengan energi ultra-rendah. Hal ini memungkinkan pemotongan jaringan kornea yang jauh lebih halus (smooth) dibandingkan teknologi sejenis.
Permukaan kornea yang lebih halus pasca-tindakan sangat krusial dengan tujuan untuk mengurangi risiko efek silau (glare), dan memberikan kualitas yang konsisten dan stabil dalam jangka panjang.
- Waktu Pemulihan yang Lebih Nyaman
Sebagian besar pasien SiLK dapat melihat lebih jelas keesokan harinya. Pada sebagian pasien, pemulihan dapat memerlukan waktu sedikit lebih lama tergantung dari masing-masing kondisi pasien. Pada umumnya, pasien sudah diperbolehkan kembali beraktivitas ringan seperti bekerja di depan komputer.
Siapa Saja yang Menjadi Kandidat Ideal untuk SiLK?
Meskipun teknologi ini sangat maju, dokter spesialis mata tetap harus melakukan pemeriksaan komprehensif sebelum menentukan apakah seorang pasien cocok untuk menjalani prosedur SILK.
|Baca juga: Perbedaan LASIK dengan Metode Koreksi Penglihatan Lainnya
Beberapa kriteria umum kandidat SiLK antara lain:
– Usia Minimal 18 Tahun
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi pertumbuhan mata dan ukuran kacamata pasien sudah stabil.
– Stabilitas Refraksi
Ukuran minus atau silinder tidak boleh mengalami perubahan yang signifikan dalam satu tahun terakhir.
– Kesehatan Kornea
Pasien harus memiliki ketebalan kornea yang cukup dan tidak menderita penyakit kornea seperti keratoconus.
– Kondisi Mata Secara Umum
Tidak ada infeksi aktif, glaukoma yang tidak terkontrol, atau katarak.
Persiapan dan Perawatan Pasca-Operasi
Keberhasilan prosedur SILK tidak hanya bergantung pada teknologi laser dan pengalaman Dokter, tetapi juga pada kepatuhan pasien dalam mengikuti instruksi yang diberikan.
Sebelum menjalani prosedur SILK, pasien pengguna lensa kontak diwajibkan untuk melepas lensa kontaknya selama dua minggu sebelum pemeriksaan pra-operasi (Pre-LASIK) dan sebelum hari tindakan. Hal ini penting agar kornea kembali ke bentuk aslinya sehingga pengukuran laser menjadi akurat.
Setelah menjalani prosedur SILK, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni:
– Gunakan Tetes Mata
Pasien akan diberikan tetes mata antibiotik dan anti-inflamasi untuk mencegah infeksi dan mengontrol peradangan.
– Hindari Mengucek Mata
Area sayatan mikro masih dalam proses penyembuhan, sehingga sangat penting untuk tidak menyentuh atau mengucek mata.
– Istirahat yang Cukup
Berikan waktu bagi mata untuk beristirahat dari paparan cahaya terang atau layar gadget pada hari pertama. Edi
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

