1
1

Rupiah Tidak Bertenaga Usai Pengumuman MSCI, BI Angkat Bicara

Ilustrasi. | Foto: OCBC

Media Asuransi, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau melemah dan menembus Rp18 ribu per US$. Kondisi kian tertekan usai pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 terkait konsultasi atas rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan US$ dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut.

Secara umum, ia menambahkan, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date. Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas: Waspadai Tekanan Arus Modal Asing Akibat Usulan Reklasifikasi MSCI

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” kata Erwin, dalam pernyataan resminya, Jumat, 16 Oktober 2026.

|Baca juga: IHSG Ambruk 8% Usai Pengumuman MSCI, BEI Langsung Trading Halt

|Baca juga: BEI Bakal Minta Klarifikasi MSCI soal Potensi Pasar Modal RI Jadi Standalone Market

Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Eastspring Investments Indonesia: IHSG Kembali Tertekan Seiring Meluasnya Aksi Jual di Pasar Saham Global
Next Post Tips Investasi dari MAMI: Menyikapi Kenaikan Pesat Imbal Hasil US Treasury

Member Login

or