1
1

Media Sosial Terbukti Meningkatkan Motivasi Belanja Konsumen di Asia Pasifik

Ilustrasi jual beli barang melalui media sosial. | Foto: freepick

Media Asuransi, GLOBAL – Platform digital membuat pengalaman konsumsi menjadi lebih nyaman dan menarik, terutama bagi konsumen muda yang seringkali lebih terpengaruh oleh teknologi dan media sosial ketika mengambil keputusan pembelian.

GlobalData, perusahaan data dan analitik terkemuka, mengungkapkan hal ini sejalan dengan 43% masyarakat Asia yang mengungkapkan bahwa mereka sangat/sangat mungkin membeli suatu produk berdasarkan rekomendasi atau endorsement berdasarkan influencer media sosial. Untuk mengikuti tren ini, merek konsumen meningkatkan fokus mereka pada pemasaran digital untuk mendorong penjualan.

Parthasaradhi Reddy, Consumer Lead Analyst di GlobalData, menjelaskan media sosial dan platform digital telah menjadi fasilitator utama dalam melakukan self-branding, karena konsumen berusaha mengendalikan citra yang ingin mereka tampilkan, yang sering kali terwujud dalam pilihan merek dan produk.

|Baca juga: Tips Memanfaatkan Media Sosial Agar Dilirik Perusahaan

“E-commerce sudah sangat melekat dalam keputusan belanja konsumen, seperti yang diakui oleh 67% responden di Asia yang memulai/melanjutkan atau lebih sering membeli produk non-grosir secara online, sementara 68% melakukan hal yang sama untuk produk grosir,” jelasnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu, 14 Februari 2024.

Menurut dia, merek-merek kini merangkul tren belanja generasi mendatang seperti m-commerce (ponsel), t-commerce (tablet), dan s-commerce (media sosial). S-commerce sangat menonjol saat ini, dengan TikTok yang meningkatkan kecepatan siklus tren sekaligus menawarkan metode pembelian produk dalam aplikasi yang terhubung dengan tren tersebut.

Dia melanjutkan bahwa perkembangan dan kecepatan tren media sosial menarik perhatian konsumen terhadap “hype”, yang sangat meningkatkan aktivitas terkait s-commerce karena banyak konsumen terpaksa membeli produk untuk berpartisipasi aktif dalam tren.

Tim Hill, Key Account Director, GlobalData Singapore, menambahkan konsumen muda juga lebih cenderung mencoba rasa makanan dan minuman baru berdasarkan media sosial yang mereka ikuti. Oleh karena itu, penting bagi merek untuk mempertimbangkan bagaimana fitur-fitur digital dapat diintegrasikan tidak hanya dalam pembelian tetapi juga tahap penemuan dan konsumsi dalam perjalanan konsumen.

|Baca juga: Penting, Ini Tanda dan Cara Mengatasi Akun Media Sosial yang Diretas

Reddy melanjutkan TikTok telah memperpendek siklus tren secara drastis, sehingga ada dorongan terus-menerus bagi sebagian orang untuk melakukan self-branding sejalan dengan tren terkini, sementara influencer media sosial juga memiliki efek serupa.

Toko media sosial dan pengecer e-commerce menyediakan metode yang mudah untuk menemukan, membandingkan, dan membeli produk yang disesuaikan dengan minat individu, sehingga mendorong digitalisasi. Sebanyak 40% masyarakat Asia menyatakan rutin membeli dari toko TikTok, mulai dari seminggu sekali dan beberapa kali seminggu hingga beberapa kali dalam sebulan.

Menurut Reddy, kecenderungan konsumen ini menghasilkan manfaat nyata bagi merek konsumen yang memanfaatkan kampanye pemasaran digital yang ditargetkan pada pembeli yang paham teknologi. Misalnya, Unilever mengklaim telah memanfaatkan popularitas TikTok untuk mendorong penjualan di Asia dan wilayah lain, sementara Kelaya dari Indonesia, sebuah merek perawatan rambut, bermitra dengan TikTok untuk meningkatkan pengenalan dan visibilitas mereknya dengan memanfaatkan basis pengguna aplikasi media sosial yang luas.

Hill menyimpulkan konsumen sangat menghargai konektivitas aplikasi ponsel cerdas dan rekomendasi media sosial dalam keputusan pembelian, dan toko media sosial serta pengalaman belanja metaverse yang imersif menyediakan alat belanja yang menggairahkan konsumen, sehingga mendorong penjualan.

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Premi Asuransi Umum Vietnam Diramal Tembus US$3,9 Miliar pada 2028
Next Post 40% Suara Masyarakat TPS 10 Puri Serpong I Setu Tangerang Selatan Berpotensi Hilang Akibat Pelaksana yang Buruk

Member Login

or