1
1

AllianzGI : Daya Tarik Emas Tetap Tinggi

Kantor Allianz Global Investors (AllianzGI) di Frankfurt. | Foto: AllianzGI

Media Asuransi, GLOBAL – CIO Multi Asset Allianz Global Investors (AllianzGI) Gregor MA Hirt, menggambarkan alokasi aset yang dikelola AllianzGI. Menurutnya ‘’meskipun kami tetap konstruktif terhadap ekuitas dalam jangka panjang, kami lebih berhati-hati dalam jangka pendek karena premi risiko dari konflik di Timur Tengah memengaruhi tingkat keyakinan kami.

Dari sisi valuasi, lanjutnya, negara Eropa, Jepang, dan pasar berkembang masih lebih menarik dibandingkan AS.

|Baca juga: AllianzGI : Otonomi Strategis, Energi, dan AI sebagai Pendorong Utama

Ia menambahkan bahwa komoditas tetap memiliki peran penting.  “Kami tetap meyakini daya tarik komoditas, dengan emas sebagai keyakinan inti jangka panjang, serta posisi overweight pada tembaga seiring keterbatasan pasokan.

Dalam valuta asing, dengan mempertimbangkan situasi geopolitik, kami merekomendasikan pendekatan yang taktis dan fleksibel terhadap eksposur dolar AS.  Investor juga disarankan untuk mempertahankan likuiditas (‘dry powder’) guna memanfaatkan peluang yang muncul akibat volatilitas dalam beberapa bulan ke depan.

 

Pasar Obligasi

Sementara pada pasar obligasi, CIO Fixed Income AllianzGI Jenny Zeng menyoroti meningkatnya perbedaan kinerja di pasar obligasi. Dijelaskan dalam lingkungan yang semakin volatil, pasar semakin menghargai selektivitas. Inflasi yang didorong oleh harga minyak serta meningkatnya risk aversion menciptakan sinyal yang beragam bagi obligasi. ‘’Oleh karena itu, pelaku pasar perlu fokus pada kualitas imbal hasil, kekuatan neraca, serta pengelolaan durasi secara aktif. Obligasi pemerintah Jepang dan Inggris, diikuti oleh US Treasuries, kami nilai relatif menarik dalam konteks ini.”

|Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, AllianzGI Tegaskan Prospek Pasar Masih Konstruktif

Untuk obligasi korporasi, Zeng menambahkan bahwa segmen ini tetap menunjukkan stabilitas meskipun volatilitas pasar ekuitas meningkat. Dalam fixed income korporasi, obligasi euro investment grade masih menawarkan valuasi terbaik, meskipun obligasi investment grade AS mulai memperkecil selisih dalam tiga bulan terakhir.

‘’Selain itu, obligasi pasar berkembang juga berpotensi memberikan imbal hasil yang resilien serta manfaat diversifikasi, dengan obligasi Asia menonjol karena volatilitas yang lebih rendah,” ujar Zeng.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Peran Dewan Penasihat Medis Perdokjasi Dalam Klaim Asuransi
Next Post Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Penyebab Premi Asuransinya Lebih Mahal dari Pesawat Biasa

Member Login

or