1
1

Penutupan Perdagangan: IHSG Negatif, Rupiah Stabil

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat atau di akhir pekan berakhir di area negatif dan kian jauh dari level 7.000. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) pada perdagangan sore ditutup stabil ketimbang pagi tadi di Rp16.284 per US$.

IHSG Jumat, 14 Juni 2024, perdagangan sore ditutup di 6.734, melemah 96 poin atau setara 1,42 persen ketimbang pagi tadi di 6.831. Posisi tertinggi di 6.840 dan terendah di 6.713. Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 21 miliar lembar saham senilai Rp10 triliun. Sebanyak 140 saham menguat, 451 saham melemah, dan 180 saham stagnan.

Mengutip Investing, nilai tukar rupiah pada perdagangan sore stabil di Rp16.284 per US$. Rentang harian nilai tukar rupiah berada di Rp16.283 hingga Rp16.487 per US$. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di Rp16.353 per US$.

Kembali cetak rekor baru

Di sisi lain, indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor baru pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Hal itu terjadi lantaran investor mencerna peningkatan data inflasi dan pendapatan yang kuat dari pemain kecerdasan buatan Broadcom.

|Baca juga: Home Credit Tawarkan Laptop hingga Sepeda Listrik di Jakarta Fair Kemayoran 2024

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2 persen menjadi 38.647,10. Indeks S&P 500 berbasis luas naik 0,2 persen menjadi 5.433. Sementara Komposit Nasdaq yang kaya akan teknologi naik 0,3 persen menjadi 17.667,56. S&P 500 dan Nasdaq kini ditutup pada rekor tertingginya selama empat hari berturut-turut.

Sementara itu, dolar AS naik tipis pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), memulihkan sebagian kerugian yang dipicu oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi itu setelah Federal Reserve memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini.

Adapun yen masih berada di bawah tekanan besar menjelang pertemuan Bank of Japan pada Jumat waktu setempat dan para pedagang bersiap menghadapi lebih banyak volatilitas dalam mata uang tersebut.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Menurun, Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia di April 2024
Next Post OJK Gelar Edukasi Keuangan di Bantargebang

Member Login

or