1
1

Asuransi Perketat Pengawasan Risiko Pelayaran di Selat Hormuz

Meningkatnya serangan militer di Timur Tengah memicu kenaikan biaya asuransi pengiriman, penangguhan penerbangan, dan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz. | Foto: Shutterstock

Media Asuransi, GLOBAL – Perusahaan asuransi semakin memperketat pengelolaan risiko pelayaran yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Persetujuan pelayaran kini dilakukan lebih selektif dengan ketentuan war risk yang semakin menentukan kelayakan kapal untuk beroperasi di kawasan tersebut.

|Baca juga: Regulasi Makin Ketat, Asuransi untuk Nasabah Ultra-Kaya Asia Hadapi Tantangan Kepatuhan

Head of Shipping for Asia Aon Plc Oliver Miloschewsky mengatakan perubahan utama bukan terletak pada permintaan pelayaran, melainkan pada bagaimana risiko dinilai, dihitung, dan dikelola untuk memastikan perlindungan asuransi tetap dapat diberikan.

“Yang berubah bukan permintaannya, melainkan bagaimana risiko itu dinilai harganya, dikelola, dan dioperasionalkan dalam memenuhi permintaan tersebut,” ujar Miloschewsky, dikutip dari Insurance Asia, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurutnya, konflik di Iran kini telah menjadi bagian dari kondisi operasional yang harus diperhitungkan secara permanen oleh perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, maupun pemilik kargo. Kondisi tersebut tidak lagi dipandang sebagai gangguan sementara terhadap aktivitas perdagangan.

|Baca juga: Asuransi Global Tambah Kapasitas US$40 Miliar untuk Lindungi Pelayaran di Selat Hormuz

Di sisi lain, permintaan minyak mentah, gas alam cair (LNG), serta komoditas dry bulk di kawasan Asia Pasifik masih relatif kuat. Namun, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz belum kembali ke tingkat sebelum terjadinya krisis.

Miloschewsky mengatakan perusahaan asuransi masih melakukan penilaian terhadap setiap pelayaran secara individual. Menurut dia, pemulihan pada sejumlah rute dan terbatasnya aktivitas transit belum dapat diartikan sebagai tanda bahwa kepercayaan pasar telah pulih sepenuhnya.

Editor: Irdiya Setiawan

 

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post UKM Singapura Hadapi Tekanan Laba dan Risiko Siber di Tengah Gejolak Geopolitik
Next Post Peluang Kenaikan Bunga The Fed Mengecil, IHSG Lanjutkan Penguatan

Member Login

or