Media Asuransi, GLOBAL – Perusahaan asuransi yang melayani keluarga superkaya di Asia menghadapi tekanan operasional dan regulasi yang semakin besar, seiring transfer kekayaan lintas batas kini mendapat pengawasan yang lebih ketat.
|Baca juga: Pemerintah Hong Kong Kembali Tunjuk Clement Cheung untuk Pimpin Regulator Asuransi
Aturan anti-pencucian uang yang lebih ketat serta kewajiban pengungkapan pemilik manfaat (beneficial ownership) memperpanjang proses onboarding dan mempersulit penerbitan polis berpremi tinggi, menurut para analis.
“Keluarga dengan aset dan bisnis yang tersebar di Singapura, Hong Kong, dan Malaysia kini memilih struktur yang memungkinkan mobilitas modal dan diversifikasi lintas kelas aset,” kata Katherine Ho selaku Managing Director Asia Tenggara di Lioner International Consultancy Pte. Ltd., dikutip dari Insurance Asia, Senin, 5 Oktober 2026.
|Baca juga: PFII dan Peluang Besar Indonesia Menjadi Hub Asuransi dan Reasuransi Regional
Pada Juli 2025, Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore) menjatuhkan denda sebesar US$21,6 juta (US$27,5 juta) kepada sembilan lembaga keuangan atas pelanggaran yang terkait skandal pencucian uang senilai US$2,4 miliar (US$3 miliar).
Otoritas Asuransi Hong Kong (Insurance Authority) baru-baru ini menegur tiga perusahaan pialang dan menjatuhkan denda dengan total US$55.000 (HK$429.000) karena gagal memverifikasi klien secara memadai dan memantau pihak yang berisiko secara politik (politically exposed people).
Bagi perusahaan asuransi yang menerbitkan polis bernilai besar, regulasi ini menuntut dokumentasi yang ekstensif serta pemeriksaan kepatuhan tambahan, sehingga meningkatkan biaya administrasi dan memperlambat keluarnya polis.
Permintaan terhadap struktur asuransi khusus tetap tinggi. Polis private placement life insurance (PPLI), yang digunakan untuk mengelola kepemilikan offshore dan merencanakan transfer kekayaan antargenerasi, semakin diminati.
Kontrak-kontrak ini umumnya memiliki premi besar dan dirancang khusus untuk keluarga dengan struktur kekayaan lintas batas yang kompleks.
Produk-produk tradisional juga terus menarik minat klien. Polis indexed universal life (IUL) dan program tabungan semakin banyak digunakan untuk mendiversifikasi aset, mengakumulasi nilai tunai, dan memfasilitasi perencanaan warisan.
Selama setahun terakhir, Lioner mencatat pertumbuhan penjualan PPLI dibandingkan tahun 2024, didorong oleh meningkatnya permintaan klien.
|Baca juga: Tren Baru, Masyarakat Singapura Sudah Tajir Melintir tapi Ogah Pensiun, Ini Alasannya!
Pertumbuhan terus dipimpin oleh IUL dan program tabungan, kata perusahaan tersebut. IUL tumbuh 35 persen dari 2024 ke 2025. Program tabungan menyumbang pertumbuhan keseluruhan sebesar 221 persen pada 2025, menawarkan diversifikasi aset, akumulasi nilai tunai, opsi likuiditas, dan transfer kekayaan multigenerasi bagi keluarga ultra-kaya (UHNW).
“Kami melihat peningkatan signifikan dalam penyerapan program tabungan, dengan rata-rata besaran premi mencapai US$5 juta per kasus,” tambah Ho.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
