Erdikha Sekuritas: IHSG Bergerak Cenderung Tertekan

Media Asuransi – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas.

Equity Research Coordinator PT Erdikha Elit Sekuritas, Hendri Widiantoro, mengatakan bahwa secara teknikal IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat ke level 5.994. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan.

Baca juga: Erdikha Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

“Indikator stochastic juga tampak mulai melandai berpotensi terjadi golden cross.  Proyeksi IHSG besok diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada range pergerakan 5.960-6.050. Saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini meliputi:  BBCA, ASII,BTPS, BBTN, TLKM,” jelasnya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Jumat, 23 April 2021.

Lebih lanjut, Hendri menuturkan IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 5.994 (0,02%) ditransaksikan senilai Rp8,69 triliun dengan volume transaksi 15,86 Miliar lembar saham, investor asing melakukan aksi jual bersih Rp145,34 Miliar pada beberapa saham LQ45 seperti: BBRI -121(B) , BBTN -37.(B) , BMRI -23.(B) , MDKA -17.(B) , BBNI -14.(B) , CTRA -13.(B) , ERAA -9.7(B).

Baca juga: Prudential Indonesia Bukukan Premi Rp23,7 Triliun di 2020

Adapun sektor yang menopang laju IHSG perdagangan kemarin meliputi sektor Finance (0,012%), Mining (0,156%), Infrastructure (0,481%), Misc-Ind (3,091%). Sedang sektor yang masih membebani laju indeks kemarin meliputi sektor Basic-Ind (-0,749%), Agriculture (-0,748%), Consumer (-0,399%), Property (-0,348%), Trade (-0,158%), dan Manufactur (-0,006%).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks pada kemarin, 22 April 2021 di antaranya dari global masih terkait karena adanya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Jepang dan India, terutama di India. Kini India menduduki posisi kedua sebagai negara yang memiliki jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Lonjakan kasus di India juga membuat harga komoditas minyak mentah melemah selama tiga hari berturut-turut.

Lalu, berikutnya hari ini akan rilis juga mengenai suku bunga Euro Area yang akan dirilis oleh Bank SentraL Eropa pada pukul 06.45 PM dan diproyeksikan masih berada di level yang sama. Selain terhadap suku bunganya, fokus market juga ada pada kepastian Bank Sentral Eropa terkait kebijakannya yang akan tetap melakukan pembelian aset atau tidak. 

Baca juga: Infovesta: Pasar Saham dan SBN Masih Bergerak Fluktuatif

Kemudian dari Euro Area juga akan rilis data indeks keyakinan konsumen yakni Consumer Confidence Flash bulan April yang menurut konsensus Trading Economic diprakirakan masih akan sama dengan sebelumnya, yakni berkisar di -10,8. Kemudian masih dari eksternal, AS akan rilis data mengenai Initial Jobless Claim mingguan per 10 April yang menurut konsensus Trading Economic diprakirakan akan mengalami kenaikan dari sebelumnya 576.000 menjadi 617.000.

“Beraralih ke domestik, dari domestik kemarin pukul 17.00 WIB juga rilis data Motorbike Sales selama bulan Maret yang diproyeksikan mengalami perbaikan dari sebelumnya -30,8% menjadi -15%,” jelas Hendri.

Dari domestik sendiri sejauh ini masih minim sentimen dari data ekonomi yang mampu berpengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks. Bahkan untuk kasus penyebaran Covid-19 pun di Indonesia jika dilihat dari pergerakan kurvanya cenderung melambat, tetapi kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 masih tetap ada sehingga pergerakan IHSG juga cenderung tertahan kenaikannya oleh hal tersebut.

“Beberapa indikator yang akan mempengaruhi pergerakan indeks hari ini dan perlu investor cermati di antaranya rilisnya data inflasi Jepang yang diproyeksikan berdasarkan Trading Economics akan mengalami penurunan sebesar -0,1% untuk inflasi intinya, kemudian akan rilis juga data Retail Sales dari Inggris, Markit Manufacturing PMI Flash serta Markit Composite dan Service PMI Jerman yang diproyeksikan tetap mengalami ekspansi namun cenderung mengalami perlambatan. Dari AS juga akan rilis data yang sama dengan Jerman dan di proyeksikan akan mengalami ekspansi cenderung meningkat.” Aca