IFG Berkolaborasi dengan BTN Optimalkan Ekosistem Layanan Perbankan

Media Asuransi –  Indonesia Financial Group (IFG) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkolaborasi dalam mengoptimalkan ekosistem layanan perbankan kepada para nasabah. 

Kolaborasi antara IFG yang merupakan BUMN Holding Perasuransian dan BTN ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga, Direktur Risk Management and Transformation Bank BTN, Setiyo Wibowo, dan disaksikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama IFG Robertus Billitea serta Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 14 April 2021.

”Ada sinergi yang direncanakan secara dalam antara IFG dan BTN, sejalan dengan empat hal besar yang sedang dilakukan di Kementerian BUMN yaitu Konsolidasi, Restukturisasi, Transformasi, dan Inovasi bisnis,” ujar Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. 

Menurut Tiko, panggilan akrab Kartika Wirjoatmodjo, melalui sinergi yang terbentuk dengan IFG, Bank BTN tidak perlu membangun sebuah group seperti Bank Mandiri dan Bank BRI. Cukup kerja sama dengan IFG untuk kemudian memberikan layanan yang lebih beragam kepada nasabah. “Saya melihat di sektor keuangan ini memang ke depan mesti banyak enrichment (memperkaya produk) antara berbagai produk sehingga offering ke nasabah lengkap danseamless,” ungkapnya. 

Sedangkan bagi IFG, kata Tiko, kolaborasi dengan Bank BTN perlu menjadi momentum yang positif untuk lebih memperkenalkan perseroan baik sebagai holding maupun termasuk juga anggota holding. Tiko mengungkapkan, Kementerian BUMN meyakini kerja sama ini bisa membangun bisnis model yang baik yang memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak secara jangka panjang. 

Pasalnya BTN memiliki customer base yang kuat, lebar dan ada di luar negeri. “Biasanya mortgage bank adalah anchor bank untuk memberikan produk-produk yang lain. Jadi kalau kerja samanya deep dan longterm, maka bisa terbentuk kerja sama yang baik,” tegasnya. 

Direktur Utama IFG, Robertus Billitea, mengatakan bahwa tahun pertama sejak IFG sebagai holding terbentuk pada Maret 2020 memang fokus pada pembenahan di internal mulai dari restrukturisasi sampai penguatan tata kelola dan risk management. ”Melalui kesempatan yang baik ini, kami secara signifikan masuk ke wilayah pengembangan bisnis IFG. Kelihatannya, melalui momentum ini kami masuk ke pasar secara lebih agresif,” tuturnya. 

Beberapa anak perusahaan IFG termasuk IFG Life yang baru saja mendapat Izin Operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa memaksimalkan kolaborasi ini salah satunya melalui layanan produkbancassurance. 

Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga mengatakan terdapat potensi sinergi yang cukup besar antara IFG dan Bank BTN. IFG memiliki anak usaha di bidang Capital Market maupun Asuransi Umum dan Asuransi Jiwa yang dapat memberi layanan lebih lengkap kepada BTN.

”Harapannya ada customer lifetime value yang dapat ditunjang dengan produk-produk yang lengkap ditunjang oleh IFG maupun anak usaha IFG. Ada beberapa kekuatan yang cukup dapat dibanggakan dan di-leverage oleh Bank BTN salah satunya bahwa PT Bahana TCW Investment Management sekarang diberikan kepercayaan oleh bank sentral di Asia Pasific untuk mengelola dana mereka dalam bentuk indeks dari surat utang negara. Dan satu-satunya di Indonesia,” jelas Pantro. 

Begitu pun PT Bahana Sekuritas yang aktif memberikan jasa konsultasi keuangan dan baru-baru ini berperan sebagai lead advisor dalam menyelesaikan merger bank Syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia, bisa dimaksimalkan oleh Bank BTN melalui sinergi ini. 

”Kemudian IFG Life ke depan akan menjadi perusahaan yang memberikan penjaminan dan proteksi. Ini baru permulaan. Kita berharap bisa menjadi partner strategis dari Bank BTN,” tuturnya. 

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo, menuturkan bahwa dengan segala potensi dan keunggulan BTN sebagai market leader pada pembiayaan perumahan, perseroan siap menghadapi tantangan dan peluang ke depan dengan berbagai strategi, di antaranya menjalin kerja sama dengan institusi jasa keuangan seperti IFG. Tujuan besarnya adalah untuk memperbesar layanan perbankan dan juga melakukan ekspansi bisnis yang mendukung visi dan misi BTN untuk menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia pada tahun 2025. 

Menurut Haru, kerja sama dengan IFG ini akan melengkapi produk layanan perbankan yang sudah ada di perseroan. Dengan hadirnya produk dari IFG, maka ke depan nasabah BTN bisa juga dapat memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya. “Kerja sama dengan IFG merupakan suatu kebanggaan bagi Bank BTN. Sudah bukan rahasia umum bahwa IFG menyediakan berbagai produk keuangan non-perbankan seperti asuransi jiwa, asuransi umum, dan investasi. Kami berharap kolaborasi ini akan membentuk ekosistem produk dan layanan yang lengkap, meningkatkan potensi product holding ratio dan menumbuhkan Customer Lifetime Value (CLV) yang eksponensial,” kata Haru. 

Adapun produk yang dapat dihasilkan dari kerja sama dengan IFG adalah mortgage-backed securities (MBS), retail bond, produk bagi treasury BTN, Asian Bond Fund (new fund), advisory, dan bancassuranceAca