Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah di sesi I Rabu, 7 Oktober 2026, setelah menguat dalam tiga hari perdagangan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG terkoreksi 0,55 persen ke level 6.158,78 jelang pengumuman risalah pertemuan Federal Reserve hari ini.
Ada sebanyak 345 saham yang terkoreksi jadi pemberat IHSG, sementara 261 saham lainnya menguat dan 181 saham stagnan.
Harga minyak kembali naik hari ini akibat badai yang bergerak menuju Teluk Meksiko dan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran.
Hari ini The Fed akan merilis FOMC Minutes pertemuan para gubernur The Fed pertengahan September lalu. Isi risalah akan dicerna pelaku pasar mengenai kebijakan bunga acuan The Fed selanjutnya. Saat ini ekspektasi kenaikan bunga The Fed berada di angka 19 persen, setelah sebelumnya berada di angka 50 persen.
Sementara berita positif berhembus ketika penyedia indeks global, FTSE Russell mengumumkan mereka mempertahankan status pasar saham Indonesia di kategori Secondary Emerging Market dan tidak memasukkannya ke dalam watch list.
Namun demikian FTSE Russell menyatakan masih akan melakukan evaluasi lanjutan mengenai efektivitas reformasi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia terkait transparansi pemegang saham, klasifikasi investor, free float, dan pengawasan pasar.
FTSE Russell akan memberikan pembaruan atas perlakuan terhadap saham Indonesia menjelang index review Desember 2026.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
