Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. IHSG melanjutkan pelemahan Rabu setelah imbal hasil obligasi AS tak kunjung turun, di samping hasil risalah Federal Open Market Committee (FOMC) FOMC atau pertemuan gubernur bank sentral AS September lalu merekomendasikan kenaikan bunga acuan sekali lagi sebelum tutup tahun.
|Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup di Zona Merah
IHSG terkoreksi 1,88 persen atau melemah 115 poin ke posisi 6.031. Volume perdagangan yang tercatat mencapai 60,11 miliar saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp12,3 triliun.
Obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan imbal hasil ke level tertinggi dalam 24 tahun, khusus untuk obligasi bertenor panjang. Hal ini akan menguatkan bunga acuan dalam jangka waktu lebih panjang.
Sementara itu, risalah rapat September 2026 menunjukkan mayoritas pejabat The Federal Reserve (The Fed) menilai satu kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026 kemungkinan masih diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2 persen.
Dalam notulen rapat FOMC September, mayoritas peserta menilai kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun kemungkinan masih diperlukan. “Mayoritas peserta menilai kenaikan tambahan pada kisaran target federal funds rate kemungkinan akan tepat dilakukan sebelum akhir tahun,” demikian isi notulen rapat FOMC. Meski demikian, kenaikan bunga tidak akan terjadi di bulan ini karena data tenaga kerja AS yang lemah pekan lalu.
Pandangan tersebut muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen – 4 persen pada September. Selain itu, serangan Iran dan AS ke kapal tanker yang saling berbalasan di Selat Hormuz mengerek harga minyak kembali ke atas US$100 per barel.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

