Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan di sesi I perdagangan Senin, 28 September 2026. IHSG melemah 60 poin atau 0,97 persen ke level 6.181 di tengah tekanan eksternal yang belum mereda.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 6.174 hingga 6.227 yang konsisten di zona merah. Sebanyak 520 saham melemah, 203 saham menguat, dan 240 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sekitar Rp10.812 triliun.
IHSG melemah seiring pelemaham rupiah dimana mata uang Garuda dibuka melemah 58 poin (0,32 persen) ke Rp17.961 per dolar AS. Tekanan rupiah dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS, harga minyak dunia, serta prospek kenaikan suku bunga The Fed setelah data ekonomi AS menguat dan Trump menolak proposal perdamaian Iran.
Harga minyak melonjak, dengan Brent naik 1,74 persen ke US$106,14 per barel dan WTI 1,23 persen ke US$93,55 per barel, setelah Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz
Selain itu defisit transaksi berjalan kuartal III-2026 berpotensi melebar melampaui level 3,3 persen PDB pada kuartal II akibat harga minyak di atas US$90 per barel
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS meningkatkan biaya impor energi dan menambah tekanan pada kebutuhan devisa.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
