Inti Bangun Sejahtera (IBST) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,12 Triliun

Media Asuransi – PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) berhasil mencatatkan pendapatan tahun 2020 Rp1,12 triliun, naik dibanding pendapatan usaha tahun 2019 sebesar Rp1,09 triliun. Naiknya pendapatan juga berhasil mengerek laba kotor perseroan menjadi Rp555,59 miliar dibanding laba kotor tahun sebelumnya mencapai Rp548,82 miliar.

Manajemen PT Inti Bangun Sejahtera mengatakan, perseroan juga berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp92,19 miliar atau turun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp132,00 miliar. penurunan ini juga berimbas pada laba tahun berjalan yang diraih menjadi Rp67,20 miliar atau turun dari laba tahun berjalan di tahun 2019 sebesar Rp128,83 miliar.

“Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2020 mencapai Rp10,41 triliun naik dibanding periode yang berakhir 31 Desember 2019 sebesar Rp8,89 triliun di,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis, 8 April 2021. 

Baca Juga:

Hingga saat ini perseroan berhasil menjadi penyedia menara yang asetnya disewa oleh semua operator seluler di Indonesia. Tercatat, jumlah tenant perseroan sebanyak 9.395 atau bertambah 795 tenant baru. Diantara para penyewa menara perseroan adalah Telkomsel 5 persen, Mitratel 1 persen, Indosat 6 persen, XL Axiata 5 persen, Tri Indonesia 9 persen, dan lain-lain 3 persen. Smartfren tetap menjadi penyewa terbesar yakni 71 persen.

“Selain memiliki aset yang disewakan berupa menara, perseroan juga menggelar kabel optik sebagai bagian dari mendukung fiberisasi yang dilakukan operator seluler. Kini telah tercatat mencapai 12.063 km. Empat terbesar berada di Jakarta dengan panjang 2.305 km, Medan sepanjang 1.196 km, Semarang 214 km, dan Makassar 177 km,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Inti Bangun Sejahtera juga tengah menjalankan ekspansi fiber optiknya sepanjang 6.187 km. Hingga akhir 2021 ditargetkan panjang fiber optik mencapai 18.250 km. Untuk merealisasikan rencana tersebut, tahun ini perseroan membutuhkan belanja modal sekitar Rp1 triliun yang berasal dari kas internal, pinjaman, dan lainnya. One

Leave a Reply