Pefindo Tegaskan Peringkat Modernland (MDLN) idCCC

Media Asuransi – PT Modernland Reality Tbk (MDLN) diketahui telah memperpanjang masa jatuh tempo dan tingkat suku bunga obligasi. Dengan dicapainya kesepakatan dengan pemegang obligasi tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat Obligasi Berkelanjutan I 2015 Seri B PT Modernland Realty Tbk (MDLN) pada “idCCC”. 

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Media Asuransi, Kamis (8/4/2021), Pefindo mengungkapkan bahwa MDLN telah mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasi untuk memperpanjang jatuh tempo obligasi selama satu tahun menjadi 7 Juli 2021. Selain itu, tingkat suku bunga juga diturunkan menjadi 10% dari 12,5%. 

Baca juga:

“Kami juga mempertahankan peringkat MDLN pada “idSD” karena MDLN gagal dalam membayar kewajiban keuangan lainnya setelah gagal dalam membayar kupon atas obligasi mata uang dolar AS. MDLN sedang melakukan restrukturisasi hutang dengan pemegang obligasi luar negeri dan kami akan menilai kembali risiko keuangan MDLN setelah restrukturisasi selesai,” tulis Pefindo. 

Pandemi Covid-19 dinilai telah sangat memberatkan kondisi operasi MDLN karena penjualan lahan industri untuk sementara waktu tertunda di tengah pasar properti perumahan yang sudah lemah, sedangkan koleksi cicilan kas dari penjualan sebelumnya sedang di bawah tekanan karena kapasitas pembeli untuk membayar terganggu, sehingga membuatnya sangat bergantung pada pembiayaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. 

“Kami juga berpandangan bahwa akses ke sumber likuiditas juga terhambat karena keengganan pemberi pinjaman terhadap sektor ini yang juga meningkat. Obligor dengan peringkat idSD (“Selective Default”) menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansialnya yang jatuh tempo, baik atas kewajiban yang telah diperingkat atau tidak diperingkat, tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lainnya.” 

Efek utang dengan peringkat idCCC pada saat ini rentan untuk gagal bayar dan tergantung pada kondisi bisnis dan keuangan emiten yang lebih menguntungkan untuk dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang. Peringkat tersebut mencerminkan likuiditas MDLN yang sangat lemah, ketidakpastian seputar prospek pemulihan bisnis Perusahaan di tengah pasar properti yang lemah, dan risiko konsentrasi proyek. 

“Peringkat tersebut juga mencerminkan cadangan lahan MDLN yang cukup besar. Kemungkinan untuk peringkat dinaikan dalam waktu dekat sangat kecil karena kami tidak melihat MDLN akan melanjutkan pembayaran kupon obligasi dolar AS. Meskipun demikian, kami dapat menaikkan peringkat dari “idSD” jika Perusahaan mampu menyelesaikan restrukturisasi utang atas kedua obligasi dolar AS dengan tetap menjalankan kewajiban keuangannya secara berkelanjutan,” pungkas Pefindo. 

Kegiatan MDLN meliputi pengembangan properti residential, kawasan industrial, dan eksposur kecil ke segmen perhotelan dan komersial. Proyek-proyek utama MDLN terletak di Cakung, Serang, dan Tangerang. Pada tanggal 30 September 2020, pemegang saham adalah PT Panin Sekuritas Tbk (17%), PT Honoris Corporindo Pratama (12,2%), AA Land Pte Ltd (7,4%), Woodside Global Venture Inc (6,9%), dan publik (56,5%). Aca

Leave a Reply