Laba Bersih Antam Melonjak Hampir 500 persen

Media Asuransi – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang tahun 2020 sebesar 492,90 persen menjadi Rp1,14 triliun dibanding realisasi tahun 2019 sebesar Rp193,85 miliar.

Manajemen Antam mengatakan, peningkatan laba bersih perseroan disokong oleh pendapatan perseroan terdiri atas emas, feronikel, bijih nikel, alumina, bijih bauksit, perak, batubara, dan logam mulia lainnya sepanjang tahun 2020.  Peningkatan laba bersih perseroan dikontribusi oleh menurunnya beban pokok, beban umum dan administrasi, serta beban penjualan dan pemasaran.

“Perseroan mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal IV/2020 menjadi Rp22,89 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp28,27 triliun. Beban umum dan administrasi juga mengalami penurunan menjadi Rp1,91 triliun dari sebelumnya Rp2,04 triliun. Sedang beban penjualan dan pemasaran juga menurun menjadi Rp533,06 miliar dari sebelumnya Rp1,44 triliun,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa, 16 Maret 2021.

Baca Juga: 

Menurut laporan yang disampaikan kepada BEI, manajemen mencatat pendapatan emas perseroan sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp19,35 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp22,46 triliun, feronikel tercatat Rp4,65 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp4,87 triliun, dan bijih nikel tercatat Rp1,86 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,70 triliun.

“Penjualan perseroan di kuartal IV/2020 tercatat sebesar Rp27,37 triliun atau turun 16,33 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp32,71 triliun,” katanya.

Selain itu, lanjut manajemen, alumina tercatat Rp583,45 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp547,33 miliar, bijih bauksit tercatat Rp557,24 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp758,04 miliar, perak tercatat Rp146,45 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp151,96 miliar. Batubara tercatat Rp32,71 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp50,40 miliar, logam mulia lainnya tercatat Rp831,50 juta atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,21 miliar.

“Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp12,69 triliun dan ekuitas Rp19,03 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp31,72 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp30,19 triliun,” pungkasnya. One