Penghapusan PPN Dongkrak Kinerja PT Pakuwon Jati Tbk

Media Asuransi – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengakui kebijakan insentif pemerintah berupa penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) membuat sektor properti kembali bergairah. Bagi perseroan sendiri, insentif ini memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja di Bulan maret 2021, yakni dari target sebesar Rp150 miliar sudah tercapai 80 persen.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan bahwa kebijakan insentif pemerintah berupa penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) membuat sektor properti bersemangat menjual produk-produknya. Perseroan telah mendapatkan manfaat secara langsung sejak diberlakukannya kebijakan ini. Bahkan penjualan di beberapa proyek perseroan mengalami peningkatan secara signifikan.

“Insentif ini berupa PPN yang ditanggung oleh pemerintah ini berlaku selama 6 bulan, terhitung dari Maret hingga Agustus 2021. Dalam tiga minggu di bulan Maret ini sudah terasa manfaatnya dan hingga 3 minggu di Maret ini dari target penjualan sebesar Rp150 miliar sudah tercapai 80 persen dan kami optimistis hingga akhir bulan ini dapat tercapai,” kaya Sutandi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin 22 Maret 2021.

Baca Juga:

Menurutnya, ini merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memiliki properti. Kebijakan tersebut sangat membantu, terlebih menghapus PPN membuat bunga bank semakin rendah, hanya sebesar 3,88 persen dan berlaku selama (flat) satu tahun.

“Selama pandemi Covid-19, harga properti menjadi turun sekitar 30 persen. Jika PPN dihapus, akan dikurangi lagi 10 persen. Maka, total penurunan harga properti mencapai 40 persen. Maka, inilah saatnya membeli properti,” katanya.

Perseroan optimistis, hingga Agustus 2021 mendatang atau di akhir masa pemberlakuan kebijakan ini, penjualan properti akan terus bergerak naik. Hal ini akan diikuti oleh tingginya angka kemampuan membeli masyarakat. Komoditas terkait dengan property juga akan mendapatkan manfaat serupa.

“Kami yakini, tahun ini aka nada peningkatan penjualan diatas 60 persen dibanding tahun 2020. Sejak pandemi global, perekonomian dalam negeri dan pertumbuhan sektor properti terus mengalami penurunan yang signifikan,” pungkasnya. One