Saratoga Siapkan Rp150 Miliar untuk Buyback 25 Juta Saham

Media Asuransi – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyiapkan anggaran sebesar Rp150  miliar untuk melaksanakan aksi korporasi pembelian kembali (buyback) atas 0,922 persen saham dari modal disetor, atau maksimum 25 juta saham.

Manajemen Saratoga (SRTG) mengatakan rencana perseroan melaksanakan aksi korporasi tersebut guna menunjang program insentif jangka panjang kepada karyawan perseroan. Terlebih, perseroan memandang harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya walaupun dari sisi kinerja telah menunjukan tren yang bagus,” kata manajemen Saratoga dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin, 22 Maret 2021.

Baca Juga:

Pasca buyback atas pembelian kembali saham tersebut, perseroan berencana untuk menyimpan saham yang nantinya akan dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Tetapi, perseroan juga dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham yang akan di-buyback itu.

“Untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, perseroan terlebih dulu akan meminta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang direncanakan akan digelar pada 28 April 2021. Selain itu perseroan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diadakan selambatnya pada 30 Juni 2022 mendatang,” jelasnya.

Diakui manajemen, aksi korporasi itu tidak akan memberikan dampak penurunan terhadap pendapatan perseroan dan aksi buyback tersebut juga tidak akan memberikan perubahan terhadap performa laba perseroan. Terlebih, perseroan telah memiliki modal kerja yang cukup baik untuk menjalankan kegiatan usaha.

“Pembelian kembali saham akan dilakukan, baik melalui bursa maupun di luar bursa. Perseroan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai sebagai anggota bursa (AB) yang akan membantu untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2020, perseroan berhasil mempertahankan performa kinerja usahanya dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20 persen menjadi Rp8,82 triliun. Pertumbuhan laba ini dikontribusi meningkatnya nilai portofolio investasi perseroan sebesar 39 persen menjadi Rp31,7 triliun.

Selain itu, sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip kehati-hatian dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Saratoga juga fokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk mempertahankan ketahanan operasional selama pandemi, baik pada perusahaan induk maupun seluruh anak perusahaan. Target ketahanan operasional di tahun 2020 yang pada akhirnya terbukti dapat dicapai dengan baik. One