Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan berpotensi menguat dengan menguji level support dan resistance 6.223-6.394.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak whipsaw di level support level rata-rata 50 hari dan dan rata-rata 20 hari dengan indikasi reversal jangka pendek. 

Dia mengatakan indikator Stochastic bergerak berpotensi golden-cross dengan RSI yang bergerak reversal momentum. “Sehingga IHSG berpotensi melanjutkan penguatan diakhir pekan dengan support resistance 6.223-6.394,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Jumat (12/03/2021). 

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ACST, ANTM, BBCA, DOID, HRUM, ICBP, INCO, TBIG, dan TLKM.

Baca juga: 

Kemarin, IHSG (+1,05%) naik optimistis 65,03 poin ke level 6.264,68 sebelum ditutup libur nasional. Saham-saham disektor Infrastruktur (+2,39%) dan Industri Dasar (+1,90%) menjadi pendorong penguatan IHSG. Saham TLKM (+3,3%) dan TPIA (+3,7%) yang naik lebih dari tiga persen menjadi leader penguatan pada Indeks. 

“Gebrakan baru pada TLKM dengan susunan pengurus yang baru dan hasil RPUS TPIA mengenai right issue menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi investor. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp296,16 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia menguat. Indeks Nikkei (+0,60%) dan TOPIX (+0,27%) Jepang naik diiringi Indeks Hang Seng (+1,65%), CSI300 (+2,49%) dan KOSPI (+1,88%) menguat optimis dari Hong Kong, China hingga Korea Selatan. Investor merasa lebih optimis setelah mega stimulus AS US$1,9 triliun memasuki babak akhir.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0,45%), FTSE (+0,01%) dan DAX (+0,17%) naik mengiringi bursa Asia dan bursa berjangka AS yang dibuka optimistis. 

“Investor menanti hasil pertemuan kebijakan ECB yang menyikapi pemulihan ekonomi dan perkembangan stimulus lanjutan di Eropa. Investor juga mencari petunjuk ECB pada tindakan untuk menahan kenaikan imbal hasil obligasi.” Aca