Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak menguat seiring dengan posisi IHSG yang masuk area oversold.
 
Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak kembali di atas level rata-rata 20 hari setelah berhasil terlihat whipsaw di level rata-rata 50 hari yang memberikan signal uptrend yang masih cukup kuat menatap resistance upper bollinger bands hingga resistance level tertinggi di tahun 2021. 
 
 
Dia menjelaskan indikator stochastic golden-cross pada area oversold memberikan signal positif dalam jangka pendek. “Sehingga IHSG diperkirakan menguat di awal pekan dengan support resistance 6.271-6.394,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Senin, 15 Maret 2021. 
 
Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADHI, AGII, HRUM, INCO, PGAS, PTPP, dan WSKT.
 
 
Akhir pekan kemarin, IHSG (+1,49%) sangat optimistis sejak awal sesi perdagangan naik 93,53 poin ke level 6.358,21 dengan saham-saham di sektor Pertambangan (+3,69%), Industri Dasar (3,09%) dan Keuangan (+0,87%) menjadi leader penguatan IHSG. 
 
Saham-saham produsen timah dan nikel rebound setelah harga komoditas tersebut kembali naik. Saham-saham perbankan kembali optimistis di tengah maraknya aksi korporasi di mana BMRI (+3,5%), BBCA (+0,9%) dan ARTO (+3,6%) menjadi pemimpin penguatan. 
 
Sementara itu, Indeks saham Hang Seng (-2,20%) menutup perdagangan akhir pekan dengan melemah di saat mayoritas indeks saham Asia naik optimistis. Indeks Nikkei (+1,73%), TOPIX (+1,36%), CSI300 (+0,35%) dan KOSPI (+1,24%) naik lebih dari sepersen rata-rata mengiringi penguatan indeks berjangka AS akibat optimisme pemulihan setelah stimulus triliunan US$ di AS.
 
Adapun, Bursa Eropa menutup akhir pekan dengan bervariasi di mana pelemahan terjadi pada indeks Eurostoxx (-0,32%) dan DAX (-0,46%) sedangkan penguatan pada indeks FTSE (+0,36%) dan CAC40 (+0,21%). Pembagian vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dinilai kurang efektif setelah Covid-19 tipe baru kembali bertambah di Italia memukul sentimen di Eropa. 
 
Bursa AS optimistis pada indeks DJIA (+0,90%) dan terlihat pesimistis pada indeks NASDAQ (-0,59%) di saat imbal hasil obligasi terus membebani saham-saham teknologi yang telah menguat signifikan di tahun pandemi. 
 
 
“Gelombang stimulus dan peluncuran vaksin di AS sekali lagi memaksa investor untuk menghadapi prospek inflasi yang berlebihan. Fokus investor sekarang beralih ke keputusan Federal Reserve minggu depan dalam kebijakan pada tingkat suku bunga. Imbal hasil obligasi yang terus naik berpotensi mengiring arah kebijakan suku bunga the Fed yang lebih hawkish.” 
 
Selain itu investor juga akan terfokus pada data ekonomi yang akan datang diminggu ini seperti pertumbuhan penjualan ritel, Produksi industri dan klaim pengangguran AS guna mengukur kekuatan pemulihan setelah beberapa negara telah menurunkan pembatasan aktivitas dan vaksinasi mulai menyebar lebih luas. Aca