Reliance Sekuritas: IHSG Lanjutkan Penguatan

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan setelah berhasil ditutup di zona positif pada perdagangan kemarin.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG mengonfirmasi rebound dengan break out resistance MA5 dan MA20 dengan potensi menguat menguji resistance. Indikator Stochastic golden-cross pada area oversold dengan MACD yang bergerak undervalue. 

Baca juga: Moratelindo (MORA) Incar Rp500 M dari Penerbitan Sukuk Ijarah I Tahap IV

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan support resistance 5.979-6.034,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Jumat (30/4/2021).

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ACST, ADRO, ASII, BBTN, BJBR, BNGA, ERAA, HRUM, ICBP, INDY, MCAS, SCMA, TLKM, UNTR.

Baca juga: Dharma Satya (DSNG) Catatkan Penjualan Kuartal I/2021 Sebesar Rp1,64 T

Kemarin IHSG (+0,64%) naik 38,48 poin ke level 6.012,96 dengan saham-saham di sektor Pertambangan (+2,01%), Aneka Industri (+1,18%) dan Perdagangan (+1,17%) naik lebih dari dua persen. Mayoritas harga komoditas tambang yang naik menjadi trigger penguatan saham-saham sektor pertambangan. Harga Nikel (+0,95%) dan Timah (+0,51%) naik. Investor asing masih tercatat net sell sebesar Rp21,78 miliar rupiah di saat penantian data ekonomi AS seperti PDB dan Hasil pertemuan the Fed.

Baca juga: Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Sementara itu, Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Indeks Nikkei (+0.21%), TOPIX (+0.29%), HangSeng (+0.80%) dan CSI300 (+0.88%) naik cukup optimis mengiringi indeks berjangka dan imbal hasil obligasi AS yang melesat.

Adapun, Bursa Eropa dibuka menguat dengan indeks Eurostoxx (+0,25%), FTSE (+0,76%) dan CAC40 (+0,54%) naik sedangkan DAX (-0,14%) turun. The Fed memperkuat penilaiannya terhadap ekonomi, menegaskan kembali dukungan agresif yang berkelanjutan di tengah kebutuhan untuk kemajuan lebih lanjut dalam pekerjaan dan inflasi. 

Ketua Jerome Powell menepis kekhawatiran tentang lonjakan harga atau anekdot kekurangan tenaga kerja, yang menyiratkan bank sentral siap untuk menjalankan ekonomi panas untuk sementara waktu. Presiden Joe Biden meluncurkan paket stimulus US$1,8 triliun yang ditargetkan untuk keluarga Amerika, menambah optimisme ekonomi. Aca

Leave a Reply