Terbitkan Obligasi, Tower Bersama (TBIG) Incar Dana Rp970 miliar

Media Asuransi – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengincar dana sebesar Rp970 miliar dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV. Rencananya, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, perseroan akan menggunakan anggaran tersebut untuk membayar sebagian utang anak usaha TBIG yakni PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP).

Manajemen PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengatakan dalam penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV ini memiliki tingkat bunga tetap 5,50 persen per tahun, dengan tenor 370 hari kalender.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) diketahui memiliki utang dengan fasilitas pinjaman bergulir dalam Facility Agreement US$375 juta. Per 19 Maret 2021, Anak usaha TBIG yakni PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) memiliki utang dalam fasilitas pinjaman bergulir ini tercatat sebesar US$153,2 juta atau setara dengan Rp2,22 triliun.

“Sebagian dari Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV, perseroan akan membayarkan sebagian dari utang anak usaha. Sehingga setelah terjadi pembayaran atas sebagian utang ini, sisa kewajiban SKP akan menjadi Rp1,25 triliun,” kata Manajemen TBIG dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Media Asuransi, Jumat 26 Maret 2021.

Baca Juga: 

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/3/2021), setelah dikurangi biaya-biaya emisi, dana hasil penerbitan obligasi ini akan disalurkan kepada SKP dalam bentuk pinjaman yang akan jatuh tempo paling lambat 370 hari kalender.

Menurut Manajemen TBIG, rencananya perseroan akan menggelar penawaran umum obligasi ini akan berlangsung pada tanggal 1 April, 5 April, dan 6 April 2021. Kemudian, tanggal penjatahan jatuh pada 7 April 202 dan pengembalian uang pemesanan serta distribusi elektronik pada 9 April 2021. Selanjutnya, obligasi ini akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2021.

“Apabila dana yang dipinjamkan oleh TBIG kepada SKP telah dikembalikan, maka TBIG akan menggunakan dana tersebut untuk pembayaran utang di masa mendatang,” pungkasnya. One