Dharma Satya (DSNG) Siapkan Dana US$47 Juta Bangun 6 Pabrik Bio-CNG

Media Asuransi – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) telah menyiapkan anggaran sebesar US$47 juta untuk membangun 6 pabrik Bio-CNG baru dalam 2 tahun ke depan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan menjalankan praktek keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi energi terbarukan.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengatakan tahap pertama dalam rangkaian pembangunan 6 pabrik Bio-CNG tersebut dimulai 25 Maret 2021 dengan ground breaking pabrik Bio-CNG kedua di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pabrik Bio-CNG baru ini akan dibangun DSNG dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (POME) dari dua PKS berkapasitas 2 x 60 ton per jam.

“Pabrik baru ini, dijadwalkan akan beroperasi pada kuartal II tahun 2022, pabrik Bio-CNG tersebut akan menghasilkan energi listrik sebesar 2 x 850 kilowatt dan gas biometana berkapasitas 540 m3 per jam. Selain itu, dengan beroperasinya pabrik Bio-CNG baru ini akan mengurangi emisi efek rumah kaca setara dengan 100.000 metrik ton CO2 per tahun,” kata Andrianto dalam siaran tertulisnya di Jakarta, Kamis 25 Maret 2021.

Baca Juga:

Menurut Andrianto, pembangunan pabrik Bio-CNG baru tersebut menunjukkan keseriusan DSNG dalam menerapkan konsep circular economy dengan mengurangi limbah hasil produksi industri kelapa sawit, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil secara signifikan.

“Dalam 2 tahun terakhir ini, kami mulai memperkenalkan konsep industri kelapa sawit berbasis energi terbarukan sebagai konsep pengembangan bisnis di masa depan. Melalui pembangunan pabrik Bio-CNG ini, kami mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yakni penghematan dalam penggunaan bahan bakar solar di industri kelapa sawit yang kami jalankan, dan juga secara sustainability, upaya kami dalam menekan emisi gas rumah kaca,” katanya.

Andrianto mengaku, dalam 3 tahun ke depan, DSNG akan memiliki tujuh pabrik Bio-CNG. Dengan tujuh pabrik Bio-CNG tersebut, DSNG dapat menghemat penggunaan solar sekitar 16 juta liter per tahun, dengan pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 400.000 ton CO2 per tahun.

Pabrik Bio-CNG Pertama

Sebelumnya pada September 2020 lalu, DSNG telah melakukan commissioning pabrik Bio-CNG yang pertama berlokasi di Muara Wahau, Kalimantan Timur, yang juga merupakan pabrik Bio-CNG yang pertama di Indonesia.

Pabrik Bio-CNG pertama ini dibangun dengan memanfaatkan limbah cair dari 1 (satu) PKS dengan kapasitas olah 60 ton TBS/jam, dengan beroperasinya pabrik ini akan menciptakan pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak lebih dari 50.000 ton CO2, yang setara dengan penanaman lebih dari 800.000 pohon atau berkurangnya 11.000 unit kendaraan penumpang atau setara dengan melakukan daur ulang atas 17.000 ton sampah.

Pabrik Bio-CNG ini menghasilkan listrik dengan kapasitas 2 x 600 kilowatt sehingga total power yang dihasilkan adalah 1.2 MegaWatt. Energi listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk proses pengolahan Palm Kernel di Kernel Crushing Plant (KCP) serta proses Produksi BioCNG Plant ini sendiri.

Sedangkan sisa kelebihan biogas akan di-upgrade dan dikompres menjadi Biomethane Compressed Natural Gas dengan kapasitas 280 m3 per jam untuk kemudian disimpan dan dikemas di dalam tabung. Bio-CNG yang telah dikemas di dalam tabung tersebut akan didistribusikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik pengganti solar ke seluruh emplasmen (perumahan karyawan) dan PKS lainnya di areal operasional DSNG di Muara Wahau menggunakan truk berbahan bakar Bio-CNG.

“Dengan beroperasinya pabrik Bio-CNG pertama, DSNG menghemat sedikitnya 2 juta liter solar per tahun, yang selama ini dipakai sebagai bahan bakar genset di PKS dan KCP,” pungkas Andrianto. One