Media Asuransi, JAKARTA – Indonesia resmi memasuki ageing population seperti yang disebutkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan jumlah penduduk lanjut usia mencapai 11,97 persen dari total populasi pada 2025. Artinya sekitar satu dari 10 penduduk kini berusia 60 tahun ke atas.
Perubahan struktur demografi ini menandai babak baru bagi Indonesia, yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi masa tua dengan mandiri dan sejahtera.
Menyadari transisi populasi tersebut, Bank DBS Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra tepercaya bagi masyarakat dalam mempersiapkan masa depan dengan lebih inklusif dan berkelanjutan melalui pendekatan Impact Beyond Banking yang diselenggarakan oleh DBS Foundation.
|Baca juga: Pemerintah Siapkan Pengadilan Khusus untuk Sengketa Investor Global Lewat RUU PFII
|Baca juga: Tok! DPR Setujui RUU PFII Masuk Panja, Investor Asing Bakal Dapat Banyak Kemudahan!
Salah satu wujud nyata pendekatan ini adalah rangkaian program People of Purpose (PoP), sebuah inisiatif yang mendorong karyawan untuk terlibat aktif dalam kegiatan sukarela dan berkontribusi langsung kepada masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan sosial, termasuk ageing society ini.
Sejalan dengan perayaan ulang tahun ke-37, Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation bersama Langit Biru Pertiwi menyelenggarakan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia bersama ratusan lansia dengan usia 65-90 tahun.
Partisipan dibagi dalam tiga kelompok yakni Bahagia, Sehat, dan Berdaya untuk melakukan rangkaian kegiatan dengan skema rotasi sehingga satu sama lain dapat saling berinteraksi, termasuk dengan karyawan Bank DBS Indonesia yang hadir sebagai relawan.
Rangkaian aktivitas yang dilakukan mencakup literasi keuangan, pengembangan kreativitas, serta kegiatan fisik yang mendukung active and healthy ageing.
President Director Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan diperlukan kolaborasi multisektor untuk memastikan masyarakat dapat menghadapi masa tua dengan lebih siap dan sejahtera dengan ketahanan finansial yang baik.
“Melalui our signature program People of Purpose dan kolaborasi bersama berbagai mitra, kami turut berkontribusi membangun masyarakat yang lebih Inklusif dan tangguh dalam menghadapi perubahan demografi,” ucapnya, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 3 Juli 2026.
Sebagai program internal unggulan yang diselenggarakan sejak 2014, People of Purpose mengajak karyawan menjadi agen perubahan melalui kegiatan kerelawanan yang dapat menciptakan dampak sosial secara berkelanjutan.
|Baca juga: IHSG Lagi Gonjang-ganjing, tapi Unitlink Tetap Tumbuh? Begini Kata OJK!
|Baca juga: Telkomsel dan Rey Permudah Masyarakat untuk Tetap Terhubung Sekaligus Miliki Perlindungan Kesehatan
Dengan menjangkau beragam kelompok penerima manfaat lintas generasi, program ini menyelenggarakan inisiatif sosial dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan literasi keuangan dan inklusi digital, hingga pemberdayaan komunitas.
Dalam penyelenggaraan People of Purpose kali ini yang berfokus mengatasi ageing society, partisipan lansia terlibat langsung dalam kegiatan yang dirancang untuk mendukung mereka menjalani masa tua, mulai dari literasi finansial, kreativitas, serta kebugaran.
Seluruh aktivitas yang dilakukan menjadi upaya kolektif Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation bersama para mitra dalam mendorong terciptanya masyarakat lanjut usia yang sehat, aktif dan tetap produktif.
Head of Group Strategic Marketing & Communications Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan People of Purpose merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation dalam mendukung masyarakat untuk siap menghadapi perubahan demografi.
“Karena, ageing population bukan hanya isu masa depan, melainkan realitas yang harus kita hadapi bersama. People of Purpose hari ini turut menandai pencapaian kami untuk terus terlibat aktif dalam mendukung para lansia menjalani masa tua secara aktif dan bermakna dengan ketahanan finansial yang baik,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

