1
1

Kredit Perbankan Tumbuh 12,15% Menjadi Rp7.376 Triliun

Perbankan siap hadapi pencabutan stimulus restrukturisasi kredit. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Industri perbankan per Mei 2024 menunjukkan kinerja yang stabil dan berkelanjutan, ditopang oleh permodalan yang kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) perbankan tercatat di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 26,22 persen. Selain itu, tingkat profitabilitas perbankan terjaga dengan Return on Asset (ROA) sebesar 2,56 persen  dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,56 persen.

Dari sisi kinerja intermediasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pada Mei 2024 kredit mengalami peningkatan sebesar Rp65 triliun, atau tumbuh sebesar 0,90 persen month to month (mtm).

“Adapun secara tahunan, kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 12,15 persen year on year (yoy) menjadi Rp7.376 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam jumpa pers secara daring, Senin sore, 8 Juli 2024.

Berdasarkan jenis penggunaan, secara nominal yang terbesar adalah Kredit Modal Kerja (KMK) yang mencapai sebesar Rp3.332,46 triliun atau 45,18 persen dari total kredit. Adapun dari segi pertumbuhan, Kredit Investasi (KI) tumbuh tertinggi yaitu sebesar 14,80 persen yoy.

|Baca juga: Kredit Perbankan Tumbuh 12,15%

Sedangkan ditinjau pertumbuhan kredit per KBMI, bank KBMI 4 menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu tumbuh sebesar 14,72 persen yoy.

Dian menjelaskan bahwa sejalan dengan pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif. Pada Mei 2024, DPK tercatat tumbuh sebesar 0,53 persen mtm atau meningkat sebesar 8,63 persen yoy menjadi Rp8.699 triliun. Giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 15,53 persen yoy. Sedangkan deposito meningkat sebesar 6,20 persen yoy dan tabungan meningkat 5,20 persen yoy.

OJK mencatat bahwa likuiditas industri perbankan pada Mei 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 114,58 persen dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,78 persen. Jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen (AL/NCD) dan 10 persen (AL/DPK).

“Kondisi likuiditas perbankan nasional tergolong baik di tengah likuiditas global yang cukup ketat seiring kebijakan bank sentral AS yang mempertahankan suku bunga tinggi atau high for longer,” kata Dian Ediana Rae.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross perbankan sebesar 2,34 persen dan NPL net sebesar 0,79 persen. Loan at Risk (LaR) menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 10,75 persen, jika dibandingkan dengan April 2024 sebesar 11,04 persen dan Mei 2023 sebesar 13,38 persen.

Adapun NPL gross UMKM pada bulan Mei 2024 tercatat stabil yaitu sebesar 4,27 persen. Sejalan dengan penurunan LaR total kredit, LaR kredit UMKM juga mengalami penurunan yaitu menjadi sebesar 13,83 persen, dibandingkan dengan per April 2024 sebesar 14,29 persen dari tahun sebelumnya sebesar 17,63 persen.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK: Perekonomian Global Masih Tak Pasti, Sektor Jasa Keuangan Indonesia Stabil
Next Post Pembukaan Perdagangan: IHSG Menghijau, Rupiah Tertekan ke Rp16.297/US$

Member Login

or