Media Asuransi, JAKARTA – Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole tidak menampik kondisi pasar saham Indonesia sedang terguncang. Hal itu sejalan dengan rencana MSCI yang mengubah status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
“Jadi kalau bicara market, memang kita sudah perkirakan. Kalau kita lihat di sini, volatilitas (market) masih akan terjadi,” kata Diamond, dalam Media Gathering Peluncuran OCBC Premier One, di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pada kondisi ini, ia menambahkan, fokus OCBC adalah para nasabah yakni memberikan informasi relevan dan terkini untuk menyesuaikan portofolio masing-masing nasabah. Langkah itu dinilai penting guna meminimalisir kepanikan para nasabah ketika terjadi guncangan keras di pasar investasi seperti yang terjadi sekarang ini di pasar saham.
“Tentu yang paling penting kita memberikan kepada para nasabah informasi terlebih dahulu. Kita harus tahu informasi-informasi yang tadi yang terjadi, supaya tidak terjadi ‘oh saya belum tahu yang mana, saya belum tahu informasi yang ada. Saya cuman jadi panik saja’. Kita harus tahu dulu informasi-informasi itu,” ujarnya.
|Baca juga: Industri Asuransi Perlu Benahi Proses Klaim Kesehatan Lewat Sistem Digital
Informasi itu menjadi penting diinformasikan kepada para nasabah agar portofolio investasi yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kondisi market yang sedang mengalami volatilitas. Meski demikian, ia menegaskan, informasi terkait kondisi market terkini selalu diberikan tidak hanya ketika pasar saham sedang tertekan seperti sekarang.
“Kita ingatkan juga pada nasabah-nasabah kita untuk sesuaikan dengan kebutuhan. Apakah portofolionya sekarang memang benar-benar sudah sesuai dengan kondisi market yang sekarang. Jadi kembali lagi, kita akan melakukan view berdasarkan kondisi market,” tukasnya.
|Baca juga: DAI Sebut Industri Asuransi Masuk Fase Reset, Ini 3 Fokus Pembenahannya
Sebelumnya, MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Transparansi kepemilikan saham dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi menjadi sejumlah persoalan yang disorot dalam pembahasan tersebut.
Dalam klasifikasi MSCI, Standalone Market merupakan kategori bagi pasar yang menghadapi hambatan signifikan bagi investor internasional. Negara dalam kategori ini tidak dimasukkan ke dalam indeks MSCI untuk pasar berkembang maupun pasar frontier.
Usulan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pelaku pasar, termasuk industri asuransi, dalam menentukan strategi penempatan investasi. Namun, OJK belum memastikan apakah perkembangan tersebut akan mendorong perubahan alokasi investasi saham perusahaan asuransi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

