Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) akan melakukan penambahan modal melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru.
Mengutip keterbukaan informasi, Selasa, 29 September 2026, dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, setiap saham baru ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Dengan demikian, Harta berpotensi memperoleh dana maksimal Rp175 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 8 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh HMETD dengan rasio setiap tujuh saham lama berhak atas lima HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp50 per saham.
Pemegang saham utama Harta, PT Asuransi Central Asia (ACA), menyatakan akan mengambil seluruh HMETD yang menjadi haknya. ACA akan mengambil sebanyak 2,19 miliar saham atau setara 62,58 persen dari seluruh saham baru yang ditawarkan.
Untuk memenuhi komitmen tersebut, ACA akan mengonversi seluruh pinjaman subordinasi sebesar Rp30 miliar yang tercatat dalam laporan keuangan per 31 Maret 2026 menjadi setoran modal. Sementara sisa setoran sebesar Rp79,51 miliar akan dibayarkan secara tunai saat pelaksanaan PMHMETD.
|Baca juga: Morgan Stanley Jual 450 Juta Saham GOTO, Kepemilikan Turun Jadi 6,98%
Harta menyatakan dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya terkait akan digunakan sebagai modal kerja. Dana tersebut nantinya ditempatkan pada instrumen investasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Aksi korporasi tersebut juga berkaitan dengan ketentuan modal minimum perusahaan asuransi. Perseroan menyebut PMHMETD V dilakukan untuk memenuhi ketentuan ekuitas atau modal minimum perusahaan asuransi yang harus dipenuhi secara bertahap, dengan tahap pertama paling lambat 31 Desember 2026 sebesar Rp250 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, Harta mencatat total aset sebesar Rp863,17 miliar, liabilitas Rp686,80 miliar, dan ekuitas Rp176,37 miliar.
Dari sisi kinerja, pendapatan jasa asuransi Harta mencapai Rp197,69 miliar pada kuartal I/2026, naik dari Rp186,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp4,19 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp5,78 miliar pada kuartal I/2025.
|Baca juga: Bos Prudential Syariah: Permintaan Investasi Syariah Besar, Ekosistem Perlu Diperkuat
|Baca juga: Insights DBS Chief Investment Office 4Q26: Ketahanan Pasar Berikan Imbal Hasil Poin-poin Utama Investasi
Adapun rasio pencapaian solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) Harta tercatat sebesar 183,41 persen per 31 Maret 2026. Angka tersebut turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar 212,06 persen.
Perdagangan HMETD Harta dijadwalkan berlangsung pada 12-16 Oktober 2026. Saham hasil pelaksanaan HMETD akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 12 Oktober 2026.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
