1
1

Bisnis Bisa Terhenti Akibat Musibah, Allianz Utama Tekannya Pentingnya Miliki Asuransi Properti

Foto: Ilustrasi kebakaran. Allianz Utama Indonesia mengingatkan pelaku usaha untuk mempersiapkan mitigasi risiko dan perlindungan yang mencakup aset serta potensi gangguan usaha. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Satu musibah dapat mengubah perjalanan sebuah bisnis dalam sekejap. Api yang melalap sebuah bangunan pabrik, dapat merusak mesin hingga melumpuhkan operasional dan mengancam keberlangsungan usaha yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa risiko bisa datang tanpa peringatan, bahkan ketika bisnis tengah berjalan. Di tengah kesadaran berasuransi masyarakat Indonesia yang masih perlu ditingkatkan, perlindungan aset melalui asuransi properti bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian penting dari strategi mitigasi risiko.

Risiko ini yang pernah dialami oleh PT Bali Agung Waters, produsen Balian Water yang berlokasi di Karangasem, Bali. Pabriknya mengalami kebakaran besar pada 2025 akibat hubungan arus pendek. Dalam waktu singkat, api melalap bangunan, mesin, dan isi bangunan, hingga menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.

|Baca juga: Pelaku Usaha Indonesia Rawan Risiko, Allianz Utama Tekankan Urgensi Asuransi Properti

Pengalaman Bali Agung Waters memperlihatkan betapa pentingnya kesiapan menghadapi risiko agar sebuah musibah tidak serta-merta menjadi akhir perjalanan usaha.

Bagi banyak pelaku usaha, kejadian seperti ini dapat menjadi akhir perjalanan, karena kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa aset fisik yang hilang, tetapi juga terhentinya produksi, hilangnya pendapatan, hingga goyahnya kepercayaan konsumen.

Berbeda dengan PT Bali Agung Waters, yang masih dapat menjaga harapan ke depan karena memiliki perlindungan melalui polis Property All Risk dengan manfaat perluasan Business Interruption dari Allianz Utama.

Berkat perlindungan yang dimiliki dari Allianz Utama, proses penanganan dapat segera berjalan dengan melibatkan tim loss adjuster, fire investigator, dan restoration company, sehingga langkah pemulihan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.

|Baca juga: Allianz: Perusahaan Mengalami Peningkatan Tajam Kerugian Akibat Gangguan Bisnis

Senior Accounting & Tax Manager PT Bali Agung Waters Wahyu Desti Eka Sari, mengatakan, sejak awal, proses penanganan klaim berjalan terkoordinasi, mulai dari survei lokasi hingga investigasi penyebab kebakaran.

’’Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, klaim kerugian material kami sudah dapat diselesaikan, disusul interim settlement untuk klaim Business Interruption. Kepastian ini memberi ruang bagi kami untuk menjaga arus kas dan tetap fokus pada pemulihan,” ungkap Desti dalam keterangannya, Rabu, 14 Oktober 2026.,

Gaungkan Asuransi
Pentingnya memiliki asuransi bagi para pelaku usaha sebagai bentuk mitigasi risiko harus terus digaungkan oleh perusahaan asuransi, mengingat kesadaran berasuransi di Tanah Air masih minim. Bagi para pelaku usaha, satu peristiwa tak terduga dapat menghapus kerja keras bertahun-tahun. Sayangnya, kesiapan menghadapi risiko masih terbatas.

Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Indonesia (AAUI) hingga kuartal II 2026, nilai klaim asuransi properti mencapai Rp5,78 triliun atau melonjak 75,8 persen secara tahunan (year-on-year), menjadikannya sebagai salah satu lini dengan nilai klaim tertinggi.

Di tengah meningkatnya risiko terhadap aset dan properti, penetrasi asuransi umum di Indonesia masih relatif rendah, yakni sekitar 0,51 persen per 2025. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya kesenjangan antara tingkat risiko yang dihadapi dan perlindungan asuransi yang dimiliki masyarakat.

|Baca juga: Allianz Indonesia Libatkan Guru dan Relawan untuk Ciptakan Pembelajaran Inklusif  

Tanpa memiliki proteksi, kerugian yang timbul bagi pelaku usaha akan berlapis. Mulai dari kerugian materiil langsung seperti gedung, mesin, kendaraan, dan persediaan yang rusak hingga berpotensi menimbulkan risiko kebangkrutan.

Tidak kalah penting, bencana juga membawa kerugian immaterial seperti reputasi usaha yang merosot, kepercayaan pelanggan yang goyah, hingga trauma yang dialami karyawan. Dalam beberapa kasus, kehilangan tenaga kerja akibat cedera atau tekanan psikologis juga menjadi pukulan tambahan.

Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, menyampaikan bahwa bencana tidak hanya merusak bangunan atau mesin, tetapi juga bisa menghentikan perjalanan usaha yang dibangun bertahun-tahun.

’’Karena itu, pelaku usaha perlu memikirkan mitigasi risiko dan melindungi usahanya sejak awal. Perlindungan finansial, termasuk asuransi, dapat menjadi jaring pengaman agar usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bangkit kembali setelah terjadi risiko,” jelasnya.

Sebagai bentuk perlindungan menyeluruh terhadap aset usaha, asuransi properti seperti Property All Risk dapat menjadi salah satu solusi penting bagi pelaku usaha dalam menghadapi risiko tak terduga. Jenis asuransi ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap kerugian fisik maupun gangguan bisnis yang disebabkan oleh berbagai peristiwa seperti kebakaran, ledakan, hingga bencana alam.

|Baca juga: Hingga September 2026, Allianz Life Indonesia Bayar Klaim untuk 1.857 Kasus terkait Influenza

Melalui perlindungan ini, pelaku usaha dapat memastikan keberlangsungan operasional meski terjadi gangguan besar. Beberapa manfaat dari polis Property All Risk antara lain:
• Memberikan perlindungan atas kerusakan pada tempat usaha.
• Menanggung kerusakan pada mesin produksi, peralatan, maupun stok barang.
• Memberikan kompensasi atas hilangnya pendapatan atau gangguan usaha melalui manfaat perluasan Business Interruption.

’’Dengan perlindungan ini, pelaku usaha memiliki jaring pengaman yang membantu menjaga stabilitas keuangan dan memberikan ruang untuk bangkit kembali setelah mengalami risiko,’’ jelas Ignatius.
Perlindungan dari Property All Risk, dengan perluasan Business Interruption, tidak hanya menutup kerugian fisik akibat kebakaran, tetapi juga memberi kepastian arus kas tetap terjaga ketika operasional berhenti.
Dalam hal ini, lanjut Ignatius, Allianz Utama berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha di Indonesia agar lebih siap menghadapi risiko, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Editor : Wahyu Widiastuti

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Sinar Mas dan Primaya Hospital Group Perkuat Sinergi di Layanan Kesehatan
Next Post LPS Siapkan Skema Pengalihan Polis untuk Jaga Perlindungan Nasabah Asuransi

Member Login

or