1
1

Kesehatan dan Perencanaan Finansial Jadi Fondasi Kemandirian

Gedung Manulife. | Foto: Manulife

Media Asuransi, JAKARTA – Hasil Manulife Asia Care Survey 2026 dari sisi kesehatan menyatakan bahwa 71 persen masyarakat Indonesia menyebut kesehatan dan kualitas hidup sebagai prioritas utama dalam memilih kemandirian dibandingkan warisan dalam bentuk harta.

Kesadaran terhadap pentingnya pencegahan juga cukup tinggi, dengan sekitar 89 persen responden percaya bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dan langkah preventif dapat membantu menjaga kemandirian di masa pensiun.

Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antara kesadaran dan tindakan. Survei menunjukkan bahwa 56 persen masyarakat Indonesia melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh setidaknya sekali dalam setahun, sementara 16 persen belum pernah melakukannya.

|Baca juga: Manulife Asia Care Survey 2026:  Kemandirian sebagai “Warisan” Baru Masyarakat Indonesia

Dari sisi kebiasaan perawatan diri, sekitar separuh responden telah menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga, namun hanya sekitar sepertiga yang telah melakukan pemeriksaan dini dan tindakan preventif untuk menghindari penyakit kronis.

CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kemandirian finansial agar tidak menjadi beban generasi berikutnya.

‘’Namun, mengandalkan tabungan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun yang kian panjang, biaya kesehatan yang terus meningkat, dan kebutuhan akan pendapatan yang berkelanjutan. Karena itu, rencana investasi yang cermat, sesuai profil risiko dan dijalankan dengan disiplin, menjadi sebuah keharusan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa, 28 Juli 2026.

|Baca juga: Manulife Asia Tunjuk Steve Finch Jadi Presiden CEO yang Baru

Disebutkan bahwa kesiapan finansial menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian jangka panjang. Survei menunjukkan bahwa 87 persen masyarakat Indonesia berencana mengandalkan tabungan pribadi untuk membiayai kebutuhan pensiun dan perawatan. Sementara, 73 persen berencana mengandalkan investasi.

Sebaliknya, hanya sepertiga responden Indonesia yang masih mengharapkan dukungan finansial dari anak di masa pensiun nanti. Hal ini menunjukkan pergeseran dari ketergantungan pada dukungan anak menuju tanggung jawab pribadi dalam mempersiapkan masa tua.

Survei juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat yang memiliki tanggung jawab keluarga. Sebanyak 62 persen masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab perawatan keluarga, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional Asia sebesar 52 persen. Selain itu, 68 persen responden Indonesia juga memiliki tanggung jawab finansial terhadap keluarga, dengan kelompok usia 35–44 tahun menjadi salah satu yang paling terdampak.

|Baca juga: Manulife Indonesia Menggelar Grand Business Opportunity Seminar

Tanggung jawab ini memengaruhi kemampuan masyarakat untuk membangun kemandirian mereka sendiri. Survei menunjukkan bahwa lebih dari 69 persen responden yang memiliki tanggung jawab perawatan atau finansial keluarga merasa kondisi tersebut berdampak pada kemampuan mereka untuk mencapai kemandirian jangka panjang. Dampak ini lebih terasa di kelompok usia 25-34 tahun dan generasi sandwich, yaitu kelompok yang harus mendukung orang tua sekaligus anak atau anggota keluarga lainnya.

Manulife Asia Care Survey 2026 juga menunjukkan bahwa komunikasi dengan keluarga menjadi faktor penting dalam membangun kesiapan masa depan. Sebanyak 82 persen responden percaya bahwa percakapan terbuka mengenai rencana pensiun dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan mereka di masa depan, sementara 78 persen menyatakan telah memulai percakapan mengenai kebutuhan dan ekspektasi mereka di masa pensiun.

Afifa menambahkan, “kemandirian sebagai warisan baru membutuhkan kolaborasi antara kesadaran individu, dukungan keluarga, serta akses terhadap solusi keuangan yang tepat. Dengan literasi dan perencanaan yang baik, masyarakat dapat lebih percaya diri dalam mempersiapkan masa depan, menjaga martabat di usia lanjut, dan pada saat yang sama memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk tumbuh tanpa beban finansial yang berlebihan.”

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OCBC Gabungkan Digitalisasi dan Human Advisory untuk Layanan Wealth Management
Next Post Inilah 5 Penyakit dengan Klaim Tertinggi di Allianz Indonesia Sepanjang Semester I-2026

Member Login

or